Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
TREN diet karnivora yang hanya mengandalkan konsumsi pangan hewani tanpa asupan nabati tengah menjadi sorotan. Meski menjanjikan penurunan berat badan yang instan, pola makan ekstrem ini dinilai tidak aman dan tidak disarankan untuk masyarakat umum oleh pakar gizi dari IPB University.
Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Prof. Sri Anna Marliyati, menegaskan bahwa diet ini sangat berisiko jika dijalani dalam jangka panjang.
"Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum," jelasnya.
Banyak orang tergiur dengan diet ini karena efek penurunan berat badan yang cepat di fase awal.
MI/HO--Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Prof. Sri Anna MarliyatiNamun, Prof. Sri Anna memperingatkan bahwa fenomena tersebut hanyalah adaptasi metabolik sementara. Penurunan berat badan tersebut lebih banyak disebabkan oleh berkurangnya cadangan glikogen dan cairan tubuh, bukan hilangnya lemak secara sehat.
Pada fase awal, pelaku diet ini sering kali mengeluhkan gejala seperti kelelahan, konstipasi, bau mulut, hingga kram otot.
Dalam jangka panjang, risiko yang mengintai jauh lebih serius karena tubuh mengalami defisit zat gizi esensial.
"Hampir pasti terjadi defisit serat, vitamin C, folat, dan berbagai fitokimia," ungkap Prof. Sri Anna.
Ketiadaan serat dan tingginya asupan lemak jenuh pada diet karnivora dapat mengganggu metabolisme tubuh secara keseluruhan. Prof. Sri Anna menyoroti tiga area utama yang paling terdampak:
"Dalam jangka panjang, ini bisa merusak mukosa usus, memicu peradangan kronis, hingga meningkatkan risiko kanker kolorektal," tambahnya.
Sebagai alternatif, masyarakat disarankan untuk beralih ke pola makan yang lebih terukur secara ilmiah, seperti Diet Mediterania atau diet tinggi protein seimbang (20%–25% energi) yang tetap mengandung karbohidrat kompleks dan serat.
Pilihan yang paling praktis dan sesuai dengan konteks lokal adalah mengikuti panduan Isi Piringku. Pola gizi seimbang ini menekankan keberagaman jenis pangan untuk saling melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh.
"Pola ini mudah diterapkan, sesuai budaya makan Indonesia, dan aman untuk populasi luas," pungkas Prof. Sri Anna. (Z-1)
“Diet karnivora adalah pendekatan diet yang hanya mengonsumsi produk hewani dan tidak menyertakan semua makanan nabati,”
Ingin berat badan tetap ideal saat puasa? Simak tips menjaga berat badan stabil selama Ramadhan 2026 dari ahli medis agar tidak kalap saat berbuka
Sebagai patokan sederhana, penurunan berat badan yang ideal berkisar antara 0,5–1 kg per minggu, atau tidak lebih dari 4 kg selama satu bulan penuh.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved