Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
OLAHRAGA sangat bermanfaat bagi kesehatan dalam banyak hal, tetapi ternyata tidak begitu efektif dalam menurunkan berat badan.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Analisis terhadap empat belas uji coba pada manusia mengungkapkan fakta bahwa tubuh manusia mengompensasi dengan membakar lebih sedikit energi untuk hal-hal lain.
Efek kompensasi ini lebih besar jika seseorang makan lebih sedikit dan berolahraga lebih banyak. Dengan kata lain, meskipun makan lebih sedikit akan menghasilkan penurunan berat badan, berolahraga saat diet tidak menghasilkan penurunan berat badan tambahan.
Meminjam metode yang dikembangkan oleh para ahli fisiologi yang mempelajari obesitas, Herman Pontzer, profesor antropologi evolusioner dan kesehatan global di Duke University, beserta rekan-rekannya secara sistematis mengukur total energi yang digunakan per hari oleh hewan dan manusia dari berbagai lapisan masyarakat.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa olahraga tidak membantu membakar lebih banyak energi secara rata-rata setelah disesuaikan dengan massa tubuh.
Pontzer bersama dengan Dave Raichlen dan Brian Wood mempelajari pengeluaran energi Suku Hadza di Tanzania yang merupakan komunitas berburu dan meramu tradisional sehingga gaya hidup mereka sangat aktif secara fisik.
Setiap individu Suku Hadza memiliki aktivitas yang lebih banyak dan beberapa membakar kalori 10% lebih banyak daripada rata-rata. Namun, ketika disesuaikan dengan massa tubuh tanpa lemak, baik laki-laki maupun perempuan Suku Hadza membakar jumlah energi per hari yang sama dengan rata-rata laki-laki dan perempuan di Amerika Serikat, Eropa, Rusia, serta Jepang.
“Kami melakukan teknik ‘air berlabel ganda’ yang memungkinkan kami untuk mengukur kalori yang terbakar dengan sangat tepat. Ini adalah pengukuran nyata pertama dan kami benar-benar terkejut. Meskipun mereka jauh lebih aktif secara fisik daripada kami, mereka tidak membakar lebih banyak kalori daripada kami,” jelas Pontzer dalam acara Siniar Colloquy.
Pontzer menjelaskan bahwa manusia terlalu fokus pada energi yang dikeluarkan untuk aktivitas fisik, terutama olahraga. Ketika kita sangat menyadari hal itu maka detak jantung meningkat dan kalori yang dibakar akan lebih tinggi saat berolahraga.
Namun, bagi seseorang di Suku Hadza, sebagian besar kalori yang terbakar itu digunakan untuk hal-hal lain, seperti sistem kekebalan tubuh dan proses dasar homeostasis, menjaga sel tetap hidup, sistem reproduksi, dan sistem saraf.
“Jika hanya melihat penurunan berat badan maka ini hanyalah bukti tambahan bahwa olahraga saja adalah alat yang kurang efektif untuk menurunkan berat badan. Jika Anda benar-benar berusaha sekeras mungkin dan selama mungkin, Anda mungkin akan melihat penurunan berat badan setidaknya sampai tubuh Anda menyesuaikan diri,” tambahnya.
Namun, Pontzer tetap berpendapat bahwa olahraga sangat baik untuk tubuh karena dapat menurunkan tingkat peradangan, reaktivitas stres, dan mampu menyeimbangkan hormon reproduksi ke dalam kisaran yang lebih sehat.
Dari hasil pengamatannya di Suku Hadza juga membawakan hasil bahwa masyarakat tradisional lebih sehat dibandingkan masyarakat modern. (New Scientist, Duke University Population Research Institute, Harvard Griffin GSAS/Z-1)
Studi terbaru Cochrane Reviews mengungkap intermittent fasting tidak lebih unggul dari diet kalori biasa. Simak analisis medis dan faktanya di sini.
Sebuah penelitian terbaru mengungkap temuan mengejutkan: diet ketogenik jangka panjang berpotensi mempercepat proses penuaan sel, khususnya pada laki-laki.
Menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat dan lemak dan meningkatkan jumlah sayur dan buah.
Kebiasaan jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Temukan 10 manfaat telur rebus untuk kesehatan tubuh, mulai dari menurunkan berat badan hingga menjaga kesehatan otak, mata, dan kulit.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved