Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Diet Keto Bisa Buat Sel Menua Lebih Cepat pada Laki-laki, Studi Ungkap Alasannya!

 Gana Buana
10/12/2025 20:45
Diet Keto Bisa Buat Sel Menua Lebih Cepat pada Laki-laki, Studi Ungkap Alasannya!
Diet ketogenik jangka panjang berpotensi mempercepat proses penuaan sel, khususnya pada laki-laki.(Freepik)

SEBUAH penelitian terbaru mengungkap temuan mengejutkan, diet ketogenik jangka panjang berpotensi mempercepat proses penuaan sel, khususnya pada laki-laki. Hasil ini didapat dari studi yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari UT Health San Antonio, dan kini menjadi perbincangan hangat di dunia kesehatan.

  • Diet keto jangka panjang dapat memicu senescence atau penuaan sel.
  • Efek ini ditemukan pada tikus jantan, bukan betina (kecuali bila hormon estrogen betina diblokir).
  • Mekanisme penuaan sel terkait peningkatan stres oksidatif dan jalur molekuler p53 → p21.
  • Penelitian belum memastikan efek yang sama pada manusia, sehingga perlu riset lanjutan.
  • Ilmuwan menyarankan pola intermittent keto bila ingin tetap menjalani diet ini dalam jangka panjang.

Apa Itu Diet Keto dan Mengapa Populer?

Diet ketogenik atau diet keto adalah pola makan tinggi lemak, sangat rendah karbohidrat, dan moderat protein. Diet ini memaksa tubuh masuk ke kondisi ketosis, mengubah lemak menjadi sumber energi utama.

Popularitasnya melonjak karena dianggap efektif untuk menurunkan berat badan, menjaga gula darah stabil, hingga membantu pasien epilepsi.

Namun, temuan baru ini membuat para peneliti mempertanyakan keamanan keto jika dilakukan dalam jangka panjang, terutama pada pria.

Temuan Studi: Keto Meningkatkan Penuaan Sel Pada Jantan

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa organ penting, termasuk hati, ginjal, dan jantung, mengalami peningkatan sel menua (senescent cells) ketika hewan model diberi diet ketogenik dalam periode panjang.

Bagaimana mekanismenya?

  • Diet keto meningkatkan stres oksidatif dalam sel.
  • Stres ini mengaktifkan jalur genetik p53 dan p21, yang berperan dalam penghentian pembelahan sel.
  • Sel-sel yang berhenti berfungsi optimal dapat memicu penuaan organ.

Temuan lain yang tidak kalah menarik adalah bahwa efek ini hanya nyata pada tikus jantan. Pada tikus betina, penuaan sel tidak meningkat — kecuali ketika hormon estrogen mereka diblokir.
Ini menandakan bahwa estrogen berperan melindungi sel dari dampak diet keto.

Apakah Hasil Ini Berlaku pada Manusia?

Tidak serta-merta.

Penelitian dilakukan pada tikus, yang sering digunakan untuk memahami mekanisme biologis, namun tidak selalu mencerminkan efek pada manusia.

Para peneliti menegaskan bahwa:

“Diperlukan studi tambahan, termasuk uji klinis pada manusia, sebelum menyimpulkan bahwa diet keto mempercepat penuaan sel pada manusia.”

Artinya, temuan ini adalah peringatan awal, bukan vonis.

Laki-Laki Harus Waspada?

Jika kamu pria yang menjalankan atau berencana menjalankan diet keto dalam jangka panjang, hasil penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan penting.

Potensi risiko pada jangka panjang:

  • Penurunan fungsi organ akibat penumpukan sel menua
  • Ketidakstabilan metabolik
  • Perubahan fungsi jantung dan ginjal

Bukan berarti diet keto harus dihindari sepenuhnya. Namun, strategi seperti intermittent keto atau keto berselang, yang memberikan jeda pada tubuh, mungkin lebih aman.

Kapan Diet Keto Tetap Bermanfaat?

Diet ini masih memiliki manfaat pada kondisi tertentu:

  • Mengontrol epilepsi yang sulit diobati
  • Menurunkan berat badan dengan cepat
  • Mengontrol kadar gula darah

Namun, untuk penggunaan umum, apalagi jangka panjang, pendekatan moderat seringkali lebih dianjurkan.

Kesimpulan: Diet Keto Bukan Tanpa Risiko

Studi terbaru memberi gambaran bahwa diet keto jangka panjang mungkin memiliki efek samping serius pada pria, terutama terkait penuaan sel dan kesehatan organ.

Namun, tanpa penelitian manusia, kesimpulan final belum dapat diambil.

Jika kamu ingin mencoba diet keto:

  • Lakukan tidak dalam jangka panjang
  • Pertimbangkan pola berselang
  • Konsultasikan dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya