Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K), mengatakan menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat dan lemak dan meningkatkan jumlah sayur dan buah.
"Sayurnya harus cukup banyak dan buahnya juga harus cukup banyak. Tujuannya apa? Supaya kita kenyang. Jadi jangan nggak mau makan sayur, hanya mau makan lauk aja. Jadinya banyak tetapi banyaknya berlebihan. Padahal mengurangi jumlah asupan itu bisa dengan meningkatkan jumlah sayur dan buah," kata Inge, dikutip Selasa (25/11).
Inge mengatakan pola makan untuk menurunkan berat badan harus konsisten dalam mengurangi asupan makanan yang berlebihan yang menyebabkan kegemukan, di antaranya mengurangi karbohidrat dari nasi putih bisa beralih ke nasi merah yang mengenyangkan.
Ia juga menyarankan untuk mengganti lauk hewani dengan daging ayam tanpa lemak, putih telur, ikan atau daging sapi bagian has atau tenderloin.
Proses pengolahan makanan juga perlu diperhatikan yakni tidak digoreng atau yang bergajih untuk mengurangi lemak berlebih.
"Boleh nggak makan yang digoreng? Ya boleh, tetapi maksudnya jangan kebanyakan, kalau tidak ya nggak turun juga. Kalau ikan, kalau bisa jangan digoreng, misalnya dipepes, dibakar, dipanggang. Karena susah kan kalau lemaknya ikan kan. Kita juga sebenarnya masih membutuhkan lemak dalam makanan kita," kata Inge.
Inge mengatakan, untuk menurunkan berat badan secara umum, makanan yang dikonsumsi per hari cukup sekitar 500-1000 kalori, meningkatkan metabolisme tubuh dengan rutin melakukan aktivitas fisik dengan berolahraga bersifat kardio selama 30-60 menit atau 150 menit per minggu.
"Juga harus ada olahraga ketahanan atau resistance training ya, supaya ototnya jangan menjadi lebih kecil kan," katanya.
Selain itu diet juga harus konsisten dalam melakukan perubahan perilaku dalam menjalani hidup sehat dan diet yang konsisten agar mencapai berat badan ideal. (Ant/Z-1)
Studi terbaru Cochrane Reviews mengungkap intermittent fasting tidak lebih unggul dari diet kalori biasa. Simak analisis medis dan faktanya di sini.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Sebuah penelitian terbaru mengungkap temuan mengejutkan: diet ketogenik jangka panjang berpotensi mempercepat proses penuaan sel, khususnya pada laki-laki.
Kebiasaan jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Temukan 10 manfaat telur rebus untuk kesehatan tubuh, mulai dari menurunkan berat badan hingga menjaga kesehatan otak, mata, dan kulit.
Orang tua wajib tahu! Simak panduan memenuhi kebutuhan gizi dan cairan anak saat belajar puasa menurut dr. Afiffa Mardhotillah, Sp. A agar anak tidak lemas.
Modifikasi penggunaan bumbu untuk menurunkan kandungan natrium, dengan cara penggunaan bumbu dapur untuk mengurangi penggunaan bumbu bubuk mi instan.
KETUA Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Doddy Izwardy, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pola makan sehat.
Sayur biasanya dikonsumsi dalam keadaan segar, dimasak, direbus, dikukus, ditumis, atau dijadikan lalapan, dan berperan penting dalam pola makan sehat.
Kacang merah mengandung serat pangan tingkat tinggi, pati resisten dan protein, tetapi kadar lipid dan gula yang rendah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved