Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Hanya 5 Persen Warga Indonesia Makan Buah dan Sayur

M Iqbal Al Machmudi
24/1/2026 17:49
Hanya 5 Persen Warga Indonesia Makan Buah dan Sayur
Ilustrasi.(Freepik)

KETUA Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Doddy Izwardy, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pola makan sehat. Menurutnya, masalah gizi bukan semata soal ketersediaan makanan, tetapi juga kebiasaan.

"Pedoman gizi seimbang jelas. Namun edukasi gizi tidak mudah. Kita punya pepaya, mangga, alpukat di pasar, tetapi konsumsi buah dan sayur kita sejak 2007 itu rendah, cuma sekitar 5 persen," kata Doddy, Sabtu (24/1).

Ia mencontohkan, meski banyak masyarakat bisa menanam pepaya atau singkong, tetap saja tidak semua mau mengonsumsi buah dan sayur secara rutin. Bahkan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), masih ditemukan buah dan sayur yang terbuang karena tidak dimakan.

"Padahal buah dan sayur itu sumber vitamin dan mineral. Kita harus biasakan lihat konsep Isi Piringku, berapa persen karbohidrat, berapa persen protein, vitamin, dan mineralnya. Ini soal perubahan perilaku," tegasnya.

Menurut Doddy, di sinilah peran ahli gizi menjadi sangat penting, termasuk dalam menyusun perencanaan menu, menghitung kebutuhan protein seperti telur, serta memastikan keseimbangan gizi dalam satu hari, bukan hanya satu kali makan.

Di sisi lain, ia menekankan Indonesia telah mencatat kemajuan besar dalam menurunkan angka stunting selama satu dekade terakhir.

"Dari 30,8 persen tahun 2018, sekarang berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia sudah turun menjadi 19,8 persen," ujar Doddy.

Namun, ia mengingatkan tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan capaian tersebut, melainkan menurunkannya lebih jauh sesuai target nasional.

"Target kita 2029 itu 14,2 persen dan menuju 2045 kita ingin di angka 5 persen. Bagaimana inovasinya? Di sinilah peran Persagi dan tenaga gizi untuk melakukan edukasi yang terus-menerus," pungkasnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya