Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGAJARKAN anak berpuasa sejak dini memerlukan perhatian ekstra, terutama dalam hal pemenuhan nutrisi. Selain kesiapan mental, kecukupan gizi dan hidrasi menjadi kunci utama agar si kecil tetap sehat dan tidak mengalami gangguan pertumbuhan selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
Dokter Spesialis Anak lulusan Universitas Indonesia, Afiffa Mardhotillah, menekankan bahwa sebelum memulai, orang tua harus memastikan kematangan usia dan kondisi fisik anak. Anak harus dalam keadaan bugar dan memiliki motivasi yang cukup untuk belajar menahan lapar dan haus.
Salah satu risiko terbesar bagi anak yang baru belajar berpuasa adalah dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Menurut Afiffa yang berpraktik di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, anak usia sekolah membutuhkan cairan sekitar 1 hingga 2 liter per hari, tergantung pada berat badannya.
Untuk memastikan kebutuhan ini terpenuhi tanpa membuat perut anak terasa kembung, Afiffa menyarankan rumus pembagian asupan cairan secara harian sebagai berikut:
Jika anak merasa bosan meminum air putih, infused water yang dicampur potongan buah segar dapat menjadi solusi sehat sekaligus menarik bagi si kecil.
Dalam hal makanan, keseimbangan makronutrisi sangat krusial untuk menjaga energi anak tetap stabil. Berikut adalah panduan pemilihan menu menurut Afiffa:
Utamakan asupan karbohidrat dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, kentang, atau oats. Jenis makanan ini dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga anak tidak akan cepat merasa lapar di siang hari.
Orang tua perlu memastikan asupan protein mencakup 10% hingga 15% dari total kalori harian anak. Protein sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan pertumbuhan sel selama berpuasa.
Sangat dianjurkan untuk menghindari menu sahur atau berbuka yang mengandung gula terlalu tinggi. Hal ini bertujuan untuk mencegah lonjakan gula darah yang terlalu cepat (sugar spike) yang dapat membuat tubuh terasa lemas setelahnya.
Agar proses belajar berpuasa menjadi pengalaman yang menyenangkan, Afiffa menyarankan orang tua untuk tetap fleksibel. Sajikan menu yang disukai oleh anak agar mereka lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa.
Pastikan juga asupan serat dari sayur dan buah tetap terjaga untuk mencegah sembelit yang sering terjadi saat pola makan berubah selama bulan puasa.
Infeksi cacing dapat mengganggu penyerapan gizi anak. Simak rekomendasi nutrisi seimbang, vitamin, dan cara masak yang tepat agar anak cepat pulih.
Tiga pilar utama kesehatan anak—pemeriksaan berkala, vaksinasi, dan nutrisi seimbang—jadi kunci pencegahan untuk masa depan yang sehat dan cerah.
Nutrisi seimbang dan optimal bukan hanya pondasi utama hidup sehat, tetapi juga kunci untuk meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved