Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Ilmuwan Temukan Cara Hentikan Kejang Penderita Epilepsi dengan Buang Sel Otak Tua

Thalatie K Yani
26/12/2025 12:39
Ilmuwan Temukan Cara Hentikan Kejang Penderita Epilepsi dengan Buang Sel Otak Tua
Ilustrasi(freepik)

SEBUAH studi inovatif mengungkapkan epilepsi lobus temporal (TLE) kemungkinan besar berkaitan erat dengan penuaan dini pada sel-sel otak tertentu. Dalam eksperimen terbaru pada tikus, para peneliti berhasil mengurangi frekuensi kejang dan meningkatkan fungsi memori secara signifikan dengan cara menghapus sel-sel yang menua tersebut.

Penelitian yang didanai National Institutes of Health (NIH) ini dipublikasikan pada 22 Desember di jurnal Annals of Neurology. Temuan ini menawarkan harapan baru, terutama bagi pasien yang selama ini tidak merespons pengobatan epilepsi konvensional.

Solusi untuk Epilepsi yang Kebal Obat

Epilepsi lobus temporal merupakan bentuk epilepsi paling umum yang sering kali sulit diobati dengan obat-obatan saat ini, memengaruhi sekitar 40% dari total populasi penderita epilepsi. Kondisi ini menyebabkan kejang berulang serta gangguan memori dan kognitif.

"Sepertiga individu yang hidup dengan epilepsi tidak berhasil bebas dari kejang dengan pengobatan saat ini," ujar penulis senior, Patrick A. Forcelli, Ph.D., profesor di Georgetown School of Medicine. "Harapan kami adalah senotherapy, penggunaan obat-obatan untuk menghapus sel-sel tua atau senesen, berpotensi meminimalkan kebutuhan akan operasi dan/atau meningkatkan hasil setelah operasi."

Penemuan Sel Pendukung yang Menua

Para peneliti mengamati jaringan otak manusia yang didonasikan pasien epilepsi setelah menjalani prosedur bedah. Hasilnya mengejutkan, ditemukan peningkatan hingga lima kali lipat sel glial yang menua dibandingkan dengan sampel otak orang tanpa epilepsi.

Sel glial adalah sel pendukung yang bertugas menjaga dan melindungi neuron. Ketika sel-sel ini menua lebih cepat dari seharusnya, fungsi otak mulai terganggu.

Dalam eksperimen lanjutan pada tikus, tim peneliti menggunakan kombinasi obat untuk menghapus sel-sel tua tersebut. Hasilnya menunjukkan penurunan jumlah sel senesen sebesar 50%. Tikus yang diobati mampu melewati tes memori dengan normal, mengalami lebih sedikit kejang, bahkan sepertiga di antaranya terhindar sepenuhnya dari perkembangan penyakit epilepsi.

Memanfaatkan Obat yang Sudah Ada

Hal yang menarik dari penelitian ini adalah penggunaan obat-obatan yang sudah dikenal luas oleh dunia medis, yaitu kombinasi dasatinib dan quercetin. Dasatinib adalah obat terapi yang telah disetujui FDA untuk menangani leukemia, sementara quercetin adalah senyawa flavonoid tanaman yang ditemukan dalam buah-buahan dan teh.

Karena dasatinib sudah memiliki profil keamanan yang mapan, proses transisi menuju uji klinis pada manusia diharapkan dapat berjalan lebih cepat.

Forcelli dan timnya kini tengah melanjutkan studi menggunakan obat-obatan lain yang memiliki fungsi serupa. "Kami ingin memahami jendela waktu kritis untuk intervensi pada epilepsi, dan harapannya adalah studi ini akan mengarah pada pengobatan yang bermanfaat secara klinis," tutup Forcelli. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya