Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Jangan Dianggap Sepele, Nyeri Leher Bisa Berkaitan dengan Serangan Jantung

Abi Rama
15/1/2026 10:18
Jangan Dianggap Sepele, Nyeri Leher Bisa Berkaitan dengan Serangan Jantung
Ilustrasi(freepik)

SAKIT leher kerap dianggap sebagai masalah ringan akibat salah posisi tidur, kelelahan, atau ketegangan otot. Namun, dalam kondisi tertentu, nyeri leher ternyata bisa berkaitan dengan gangguan jantung, termasuk serangan jantung

Melansir dari laman Kaly, meski jarang menjadi satu-satunya gejala, nyeri leher dapat muncul sebagai bagian dari rangkaian tanda serangan jantung. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami kapan sakit leher masih tergolong wajar, dan kapan perlu diwaspadai sebagai sinyal penyakit jantung.

Nyeri Alih dari Jantung Bisa Terasa di Leher

Secara medis, fenomena ini dikenal sebagai referred pain atau nyeri alih. Artinya, rasa sakit yang berasal dari satu organ bisa dirasakan di bagian tubuh lain. Dalam kasus serangan jantung, nyeri yang berasal dari jantung dapat dirasakan di dada, lengan kiri, rahang, punggung atas, hingga leher.

Hal ini terjadi karena jantung dan leher memiliki jalur saraf yang saling terhubung. Otak terkadang salah menafsirkan sinyal nyeri dari jantung sebagai nyeri yang berasal dari leher. Selain itu, rasa cemas, stres, serta ketegangan otot akibat nyeri dada juga dapat membuat otot leher ikut menegang dan terasa sakit.

Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai

Sakit leher yang berkaitan dengan jantung biasanya tidak berdiri sendiri. Ada sejumlah gejala lain yang kerap menyertainya, seperti:

  • Rasa tertekan, nyeri, atau sesak di dada
  • Nyeri yang menjalar ke lengan kiri, bahu, rahang, atau punggung
  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Mual atau muntah
  • Pusing atau rasa hampir pingsan
  • Tubuh terasa sangat lelah atau lemah

Jika nyeri leher muncul bersamaan dengan gejala-gejala tersebut, kondisi ini patut dicurigai sebagai keadaan darurat medis.

Siapa yang Lebih Berisiko?

Risiko serangan jantung lebih tinggi pada orang dengan faktor-faktor tertentu, antara lain kolesterol tinggi, diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, stres berkepanjangan, penyakit ginjal kronis, riwayat stroke, serta adanya riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Pada kelompok ini, kemunculan nyeri leher yang baru dan tidak jelas penyebabnya sebaiknya tidak diabaikan dan perlu segera dicek ke dokter.

Sakit leher memang paling sering disebabkan masalah otot atau postur tubuh. Namun, dalam kondisi tertentu, terutama bila muncul tiba-tiba dan disertai gejala lain, nyeri leher bisa menjadi alarm dari tubuh akan adanya masalah serius pada jantung. Mengenali gejalanya sejak dini dan segera mencari pertolongan medis dapat menyelamatkan nyawa. (Kaly/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya