Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Time is Muscle, Kecepatan Bisa Bedakan Hidup dan Mati Pasien Nyeri Dada

Basuki Eka Purnama
11/3/2026 17:22
Time is Muscle, Kecepatan Bisa Bedakan Hidup dan Mati Pasien Nyeri Dada
Ilustrasi(Freepik)

KECEPATAN penanganan menjadi faktor penentu hidup dan mati bagi pasien yang mengalami serangan jantung. Menyadari hal tersebut, Siloam Hospitals Bali resmi meluncurkan program Chest Pain Ready Hospital di Icon Mall Bali pada 28 Februari 2026. 

Program ini didesain khusus untuk menciptakan jalur penanganan medis yang terintegrasi, cepat, dan terukur bagi siapa pun yang mengalami keluhan nyeri dada.

Dalam dunia medis jantung, berlaku prinsip Time is Muscle. Setiap menit keterlambatan dalam menangani sumbatan pembuluh darah berarti semakin banyak otot jantung yang mengalami kerusakan permanen. 

Program Chest Pain Ready hadir untuk memangkas birokrasi medis dan mempercepat prosedur diagnosis sejak pasien tiba di rumah sakit.

Salah satu standar utama yang diterapkan dalam program ini adalah target door-to-balloon time maksimal 90 menit. 

Standar internasional ini menetapkan bahwa sejak pasien dengan serangan jantung masuk melalui pintu rumah sakit hingga tindakan intervensi pembukaan sumbatan pembuluh darah dilakukan, waktu yang dihabiskan tidak boleh lebih dari satu setengah jam.

Direktur Siloam Hospitals Bali, dr. Ni Gusti Ayu Putri Mayuni, menjelaskan bahwa seluruh infrastruktur dan tenaga medis telah disiapkan untuk menjalankan protokol ketat ini demi menjamin keselamatan pasien.

"Kami memastikan sistem yang dijalankan adalah sistem yang aman bagi pasien. Patient safety adalah yang utama," tegas Ni Gusti Ayu Putri Mayuni dalam acara peluncuran tersebut.

Selain respons cepat pada penanganan kegawatdaruratan, program ini juga didukung oleh fasilitas medis lanjutan yang komprehensif. 

Untuk kasus yang membutuhkan tindakan lebih jauh, rumah sakit menyediakan layanan bedah bypass dengan teknik minimal invasive yang menggunakan sayatan kecil, sehingga pasien dapat pulih lebih cepat.

Tersedia pula penanganan khusus untuk aritmia atau gangguan irama jantung melalui prosedur ablasi. 

Langkah ini penting dilakukan untuk menstabilkan kelistrikan jantung dan mencegah risiko komplikasi jangka panjang seperti stroke atau gagal jantung yang sering kali berawal dari gejala nyeri dada yang tidak tertangani dengan tepat.

Melalui standarisasi program Chest Pain Ready, Siloam Hospitals Bali berkomitmen memberikan jaminan layanan bagi masyarakat dan wisatawan di Bali agar mendapatkan penanganan jantung yang sigap, tepat sasaran, dan sesuai dengan protokol kesehatan global. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya