Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KANGKUNG dikenal sebagai salah satu sayuran paling populer di Indonesia. Harganya yang terjangkau dan rasanya yang lezat membuatnya menjadi menu rumahan yang hampir selalu ada di meja makan. Namun, pernahkah Anda menyadari bahwa sayuran berdaun hijau ini hampir tidak pernah muncul dalam daftar menu pasien di rumah sakit?
Ketidakhadiran kangkung dalam menu fasilitas kesehatan ternyata bukan tanpa alasan. Dosen Departemen Gizi Masyarakat dari IPB University Dr. Hana Fitria Navratilova, SGz, MSc, PhD menjelaskan bahwa pemilihan menu di rumah sakit dilakukan melalui proses seleksi yang sangat ketat. Hal ini demi menjaga keamanan pangan dan menyesuaikan gizi dengan kondisi klinis pasien yang beragam.
Selama ini, muncul anggapan bahwa kangkung dihindari karena risiko kontaminasi logam berat yang tinggi.
Namun, Hana menegaskan bahwa alasan utamanya bukan hanya itu. Ada faktor praktis dan medis yang jauh lebih mendesak bagi manajemen rumah sakit.
"Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin," ujar Hana.
Selain kadar purin, kandungan oksalat dan nitrat pada sayuran berdaun juga menjadi pertimbangan serius.
Zat-zat ini perlu dibatasi konsumsinya bagi pasien rawat inap agar tidak memperburuk kondisi kesehatan mereka selama masa pemulihan.
Dari sisi manajemen dapur rumah sakit, kangkung memiliki kelemahan dalam hal daya tahan.
Sayuran berdaun hijau memiliki karakteristik yang mudah layu dan harus segera diolah setelah diterima dari pemasok.
Karena tidak dapat disimpan dalam waktu lama, rumah sakit cenderung memilih jenis sayuran yang lebih stabil dan mudah dikelola secara massal.
Selain masalah penyimpanan, ada faktor estetika dan porsi dalam penyajian. Hana menjelaskan bahwa sayuran berdaun memiliki tingkat penyusutan yang tinggi setelah dimasak.
"Sayuran berdaun mengalami penyusutan volume signifikan setelah dimasak sehingga kurang ideal saat penyajian. Karena itu, sayuran berdaun, tidak terbatas kangkung, jarang digunakan di rumah sakit," pungkasnya.
Terkait isu logam berat, Hana menjelaskan bahwa kontaminasi sebenarnya bisa terjadi pada komoditas apa pun, mulai dari beras hingga hasil laut (seafood).
Jika dikonsumsi melebihi batas aman dalam jangka panjang, kontaminan tersebut memang berbahaya bagi ginjal, hati, hingga risiko kanker.
Namun, meskipun kangkung diproduksi melalui metode hidroponik yang terkontrol dan lolos uji keamanan, standar diet rumah sakit tetap akan memprioritaskan sayuran yang paling aman bagi mayoritas pasien.
Dengan kata lain, rumah sakit memprioritaskan menu yang risiko efek sampingnya paling rendah bagi semua jenis kondisi klinis yang sedang dirawat. (Z-1)
Primaya Hospital Bekasi Timur berupaya menerapkan standar mutu dan keselamatan pasien sesuai Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit.
PERKEMBANGAN teknologi pencitraan medis membawa perubahan signifikan dalam dunia diagnosis penyakit.
Penelitian ini menjadi penting karena memberikan bukti lokal khusus Indonesia yang selama ini belum tersedia, dan memperkuat data global mengenai efektivitas dan keamanan terapi IDegAsp.
Menariknya, sebagian besar pasien bukan warga asli Birobuli. Mereka datang dari berbagai wilayah sekitar, termasuk Kota Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi.
Kanker payudara pada usia muda memiliki karakteristik 'bandel' salah satunya triple negative breast cancer, yang bersifat agresif dan cepat menyebar atau metastasis.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved