Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

DPR Soroti Masih Banyaknya Warga RI Berobat ke Malaysia

M Iqbal Al Machmudi
29/1/2026 15:08
DPR Soroti Masih Banyaknya Warga RI Berobat ke Malaysia
Ilustrasi(Dok DPR)

ANGGOTA Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Irma Suryani, menyoroti masih banyaknya masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke rumah sakit di Penang, Malaysia. Hal tersebut menurutnya merupakan tantangan nyata bagi industri kesehatan domestik khususnya di Medan, Sumatra Utara.

Fenomena warga Indonesia berobat ke Penang, Malaysia, merupakan tantangan bagi industri kesehatan domestik. Rumah sakit di Penang unggul karena kombinasi pelayanan yang efisien, biaya yang terjangkau, teknologi medis modern, dan dokter spesialis berpengalaman internasional.

"Saya mendorong Rumah Sakit Murni Teguh Medan ini mampu berkembang dengan pelayanan yang ramah, peralatan medis modern dan dokter-dokter spesialisnya berpengalaman internasional. Ini untuk meningkatkan daya saing terhadap dominasi layanan kesehatan di negara tetangga kita," kata Irma, Kamis (29/1).

Irma juga membandingkan bagaimana proses pendaftaran dan konsultasi di negara tetangga cenderung lebih cepat dan terstruktur dibandingkan antrean panjang di Indonesia. Bahkan biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.

"Penang ini mudah dijangkau dari Indonesia, terutama dari Sumatra. Meski rumah sakit di Indonesia terus meningkatkan kualitas, tantangan seperti birokrasi dan beban pelayanan yang tinggi masih menjadi kendala," imbuhnya.

Legislator asal Dapil Sumatera Selatan II itu juga menekankan layanan rumah sakit berbasis keramahan (hospitality). Pelayanan staf rumah sakit yang ramah dan suportif membuat pasien merasa nyaman.

"RS Murni Teguh Memorial Medan tentu terus melakukan pembaharuan, baik dalam sistem informasi, metode pengobatan, alat medis, pelayanan, dan lain sebagainya. Apa yang menjadi kelebihan RS ini dibandingkan dengan RS lainnya, baik di kota Medan maupun di daerah lainnya," ungkapnya.

Persaingan bukan berarti kualitas dokter Indonesia kurang, melainkan pada ekosistem layanan kesehatan (pelayanan, transparansi, biaya, dan teknologi) yang ditawarkan yang lebih menarik bagi pasien yang mencari efisiensi dan kenyamanan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya