Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA ini, pandangan umum mengenai obesitas selalu tertuju pada pola makan berlebih dan kurangnya aktivitas fisik. Namun, pakar kesehatan menegaskan bahwa obesitas adalah penyakit kronis yang jauh lebih kompleks dari sekadar urusan "in-take" dan "output" kalori.
Dokter spesialis gizi klinik, Diana Suganda, mengungkapkan bahwa obesitas dipengaruhi oleh faktor multifaktorial yang saling berkaitan.
“Ternyata obesitas itu sangat kompleks, tidak cuma masalah makan dan olahraga saja. Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhinya,” ujar lulusan spesialis gizi klinik Universitas Indonesia tersebut, dilansir dari Antara, Kamis (5/2).
Salah satu faktor internal yang paling krusial adalah peran hormon. Di dalam tubuh manusia, terdapat sistem hormonal yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, serta rasa lapar. Pada penderita obesitas, sistem ini sering kali tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Kondisi ini menyebabkan seseorang tetap merasakan lapar yang hebat meskipun secara fisiologis tubuh sudah mendapatkan asupan yang cukup.
"Berarti ada sinyal-sinyal di dalam tubuh kita yang tidak beres. Ada hambatan yang menyebabkan seseorang sudah mengatur makan dan olahraga, tapi berat badannya balik lagi," jelas Diana.
Berdasarkan penelitian, terdapat sel-sel memori dalam tubuh yang berperan dalam proses kenaikan berat badan kembali (efek yoyo).
Perubahan hormonal serta kapasitas lambung turut memengaruhi keinginan kuat untuk terus makan meskipun sudah turun berat badan sebelumnya.
Untuk memutus rantai obesitas, Diana menekankan pentingnya menerapkan mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran. Pola ini melatih seseorang untuk lebih peka terhadap sinyal kenyang dan kebutuhan nutrisi tubuh yang sebenarnya.
“Pentingnya mindful eating itu agar kita tahu porsi. Jadi saat momen besar seperti Lebaran atau Natal, kita tetap bisa makan apa saja namun tetap tahu batas butuhnya berapa, sehingga tidak akan berlebihan,” pungkasnya.
Memahami bahwa obesitas adalah masalah medis yang kompleks dapat membantu individu mendapatkan penanganan yang tepat, baik melalui konsultasi medis maupun perubahan gaya hidup yang berkelanjutan. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved