Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Bukan Cuma Berat Badan, Dokter Peringatkan Obesitas Bisa Bikin Pikun dan Mandul!

 Gana Buana
05/3/2026 18:45
Bukan Cuma Berat Badan, Dokter Peringatkan Obesitas Bisa Bikin Pikun dan Mandul!
Obesitas bukan sekadar berat badan berlebih, tapi penyakit kronis.(Freepik)

SELAMA ini, banyak orang menganggap obesitas hanyalah persoalan penampilan atau kelebihan berat badan semata. Namun, fakta medis terbaru menegaskan bahwa obesitas adalah penyakit kronis yang menjadi akar dari berbagai gangguan kesehatan serius, mulai dari masalah kesuburan (reproduksi) hingga penurunan fungsi kognitif seperti Alzheimer.

Dokter spesialis penyakit dalam, Vardian Mahardika, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya laten obesitas. Menurutnya, dampak obesitas sangat kompleks dan memengaruhi hampir seluruh sistem organ tubuh.

Hubungan Obesitas dengan Gangguan Reproduksi Wanita

Salah satu dampak yang paling sering ditemukan pada pasien obesitas adalah gangguan fertilitas atau kesuburan. Vardian menjelaskan bahwa tumpukan lemak berlebih dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

Pada perempuan, kondisi ini memicu munculnya:

  • PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome): Gangguan hormon yang menyebabkan terbentuknya kista kecil pada ovarium dan menghambat sel telur matang.
  • Endometriosis: Pertumbuhan jaringan dinding rahim di luar rongga rahim yang sering kali diperparah oleh kondisi peradangan akibat obesitas.

Kondisi ini menjadi krusial saat wanita memasuki fase perimenopause (usia 45-50 tahun). Ketika kadar hormon alami mulai menurun, penyakit penyerta akibat obesitas akan lebih mudah muncul dan memperburuk kualitas hidup.

Mengapa BMI Saja Tidak Cukup?

Vardian mengingatkan bahwa definisi obesitas tidak bisa hanya berpatokan pada Indeks Massa Tubuh (IMT) atau BMI. Banyak orang yang secara berat badan terlihat normal, namun secara klinis masuk kategori obesitas karena distribusi lemaknya.

Indikator yang lebih akurat meliputi:

  • Lingkar perut (obesitas sentral).
  • Perbandingan lingkar perut dengan lingkar paha.
  • Persentase lemak tubuh secara menyeluruh.

Catatan Dokter: "Banyak orang yang badannya kelihatannya tidak obesitas, tapi ketika dicek lingkar perutnya dibandingkan tinggi badan, ternyata lemaknya sudah tinggi," ujar Vardian.

Dampak Sistemik: Dari Otak hingga Pernapasan

Sejak tahun 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan obesitas sebagai penyakit kronis. Hal ini dikarenakan spektrum penyakit yang dipicu oleh obesitas sangat luas:

  1. Fungsi Kognitif: Obesitas kronis meningkatkan potensi terjadinya pikun atau Alzheimer di masa tua.
  2. Sistem Pernapasan: Penderita obesitas berisiko tinggi mengalami sleep apnea (henti napas saat tidur) yang ditandai dengan mendengkur keras.
  3. Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah: Meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, hingga gagal jantung akibat beban kerja organ yang berlebih.
  4. Metabolisme & Organ Dalam: Menjadi faktor risiko utama diabetes tipe 2, fatty liver (perlemakan hati) yang bisa berujung sirosis, hingga batu empedu.
  5. Vitalitas Seksual: Jaringan lemak yang berlebih mengandung enzim yang mengubah hormon testosteron menjadi estrogen, sehingga memicu penurunan libido.

Penanganan Medis yang Tepat

Mengatasi obesitas tidak sesederhana "kurangi makan dan olahraga". Karena statusnya sebagai penyakit kronis, penanganannya memerlukan pendekatan medis yang komprehensif.

Vardian menyebutkan beberapa langkah penanganan yang efektif:

  • Modifikasi gaya hidup secara konsisten.
  • Pendampingan dokter spesialis.
  • Intervensi farmakologi (obat-obatan) jika diperlukan.
  • Operasi bariatrik untuk kasus obesitas morbid.

FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan

Apakah orang kurus bisa terkena dampak obesitas?
Ya, kondisi ini sering disebut Skinny Fat. Meskipun BMI normal, jika kadar lemak visceral (lemak perut) tinggi, seseorang tetap berisiko terkena penyakit degeneratif.

Mengapa obesitas menyebabkan mendengkur?
Tumpukan lemak di sekitar leher dapat mempersempit saluran napas saat tidur, memicu getaran (ngorok) dan menghambat aliran oksigen ke otak.

Apakah PCOS bisa sembuh dengan menurunkan berat badan?
Menurunkan berat badan sekitar 5-10% terbukti secara klinis dapat memperbaiki keseimbangan hormon dan meningkatkan peluang kehamilan pada penderita PCOS.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya