Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Waspada Obesitas: Pakar Ingatkan Kompleksitas Pengendalian Kolesterol dan Risiko Jantung

Basuki Eka Purnama
10/12/2025 16:40
Waspada Obesitas: Pakar Ingatkan Kompleksitas Pengendalian Kolesterol dan Risiko Jantung
Ilustrasi(Freepik)

OBESITAS bukan sekadar masalah penampilan, melainkan gerbang menuju kondisi kesehatan serius, salah satunya adalah sindrom metabolik. Kondisi ini, yang kerap diawali oleh kelebihan berat badan, secara signifikan meningkatkan kompleksitas penanganan kadar kolesterol jahat atau LDL (Low-Density Lipoprotein).

Peringatan ini disampaikan oleh ahli penyakit dalam dan Kardiovaskular terkemuka, Dr. dr. Birry Karim Sp.PD., K-KV., dalam sebuah sesi seminar di RS Medistra, Jakarta, dikutip Rabu (10/12).

Birry, yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Kardiovaskular Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), menyoroti bahwa obesitas menyebabkan serangkaian masalah yang saling berkaitan, menjadikan pengendalian LDL hanya sebagian kecil dari tantangan medis yang lebih besar.

Kasus Nyata: Obesitas dan Multipel Risiko Jantung

Dalam penjelasannya, Birry memberikan contoh kasus seorang pria berusia 43 tahun dengan berat 158 kg yang sudah memiliki riwayat hipertensi dan kolesterol tinggi. Pasien tersebut didiagnosis mengidap aritmia, yaitu gangguan irama jantung.

“Pasien ini mengidap sindrom metabolik. Masalahnya bukan sekadar LDL tinggi, tapi juga aritmia, gagal jantung, dan risiko penyakit lain yang lebih berat,” ujar Birry, seraya menyarankan agar pria tersebut segera mendapatkan penanganan medis intensif.

Obesitas Memicu Lingkaran Penyakit Kardiovaskular

Birry menguraikan hubungan sebab-akibat yang terjadi antara kelebihan berat badan dan masalah jantung. Obesitas dapat memicu Obstructive Sleep Apnea (OSA), gangguan pernapasan saat tidur, yang pada akhirnya menyebabkan kekurangan oksigen kronis dalam tubuh.

Gangguan oksigenasi kronis inilah yang secara langsung dapat memicu timbulnya aritmia. 

Lebih lanjut, obesitas secara umum telah terbukti meningkatkan risiko hipertensi dan gagal jantung kronis. Kombinasi dari kondisi-kondisi ini kemudian dapat memicu aritmia, yang pada akhirnya menciptakan lingkaran penyakit kardiovaskular yang semakin berat dan sulit ditangani.

Tantangan Regenerasi Berat Badan

Penanganan aritmia pada pasien dengan obesitas juga memiliki tingkat kompleksitas tersendiri. Birry menyoroti adanya tantangan regenerasi berat badan, yaitu kondisi di mana berat badan naik kembali setelah berhasil diturunkan, yang sering kali disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Tantangan ini menjadi latar belakang pentingnya intervensi medis yang berkelanjutan dan komprehensif.

Pentingnya Intervensi Serius

Birry menutup penjelasannya dengan pesan utama: risiko penyakit kardiovaskular yang tinggi pada pasien obesitas menuntut intervensi serius.

Penanganan tidak hanya terfokus pada pengobatan, tetapi harus dimulai dari modifikasi gaya hidup, termasuk rutin berolahraga dan pengaturan makan yang disiplin. 

Selain itu, penanganan harus melibatkan masalah penyerta seperti aritmia serta kepatuhan yang ketat pada terapi medis yang telah diresepkan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya