Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SERING terjadi kekeliruan di masyarakat mengenai mana yang lebih berbahaya: kadar Trigliserida tinggi atau Low-Density Lipoprotein (LDL) tinggi. Padahal, kedua jenis lemak darah ini memiliki ancaman utama yang berbeda terhadap kesehatan.
Ahli penyakit dalam dan kardiovaskular Dr. dr. Birry Karim, Sp.PD., K-KV. menegaskan bahwa meski pemeriksaan profil lemak darah mencakup angka Trigliserida, fokus ancaman utama terhadap pembuluh darah tetap pada LDL.
"Sebetulnya untuk jantung, itu LDL. Tidak hanya jantung, tapi juga stroke," ujar Birry saat mengisi seminar kesehatan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, baru-baru ini.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular. Birry Karim, yang juga Kepala Departemen Kardiovaskular Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), menjelaskan bahwa bahaya LDL bersifat jangka panjang dan sistemik.
LDL dapat menumpuk di dinding pembuluh darah, memicu peradangan, dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Kondisi inilah yang menjadi pemicu utama penyakit jantung iskemik dan stroke, dua dari tiga penyebab kematian terbanyak di Indonesia.
Data dari Kementerian Kesehatan (2025) menyebutkan sekitar 800.000 orang di Indonesia meninggal setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kadar kolesterol jahat (LDL-C) serendah mungkin sangat diperlukan guna menurunkan risiko ini.
Birry Karim menyimpulkan bahwa pengendalian LDL adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan disiplin penuh dalam modifikasi gaya hidup dan kepatuhan terhadap rekomendasi medis.
Berbeda dengan LDL yang menyerang jantung dan pembuluh darah, ancaman utama dari Trigliserida muncul ketika kadarnya melonjak sangat tinggi, biasanya di atas 400, 500, bahkan mencapai 1.000.
Jika kadar Trigliserida mencapai ambang ekstrem tersebut, risiko utamanya adalah Pankreatitis (radang pankreas). Pankreatitis merupakan kondisi serius karena dampaknya luas dan dapat berakibat fatal.
Peradangan pada pankreas dapat menyebabkan:
Oleh karena itu, meskipun fokus pencegahan penyakit kardiovaskular diarahkan pada penurunan LDL, kontrol Trigliserida juga diperlukan untuk mencegah komplikasi fatal akibat gangguan metabolik yang dipicu oleh lonjakan kadar yang sangat tinggi. (Ant/Z-1)
MENJELANG momentum liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pola makan sebagian masyarakat cenderung berubah.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hanya 3,6% pasien di Indonesia yang berhasil mencapai target LDL-C yang ideal.
Obesitas bukan sekadar masalah penampilan, melainkan gerbang menuju kondisi kesehatan serius, salah satunya adalah sindrom metabolik.
Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling populer di Indonesia. Selain mudah ditemukan, telur juga kaya nutrisi dan harganya terjangkau.
Penurunan kolesterol LDL dan trigliserida terjadi di semua tingkat dosis, dengan penurunan awal muncul dalam dua minggu pertama pengobatan dan bertahan setidaknya selama 60 hari.
Asupan karbohidrat sederhana yang berlebihan dapat memicu lonjakan trigliserida, penumpukan lemak tubuh, serta menyebabkan kelelahan dan kembung.
Trigliserida adalah jenis lemak umum yang ada dalam darah, berfungsi menyimpan kalori dan menyediakan energi untuk tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved