Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Uji Coba Terapi CRISPR-Cas9 Dapat Turunkan Kolesterol LDL pada Tubuh

M Iqbal Al Machmudi
13/11/2025 10:45
Uji Coba Terapi CRISPR-Cas9 Dapat Turunkan Kolesterol LDL pada Tubuh
Ilustrasi(Dok Kemkes.go.id)

KOLESTEROL tinggi yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan strok. Kadar kolesterol dapat dikendalikan dengan pola makan yang sehat dan perubahan gaya hidup.

Salah satu pendekatan utama adalah melalui diet kolesterol, yaitu pengaturan pola makan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (Low-Density Lipoprotein/LDL). Disebut kolesterol jahat, karena dapat menyumbat pembuluh darah.

Pada jurnal National Library of Medicine (NIH) berujudul Phase 1 Trial of CRISPR-Cas9 Gene Editing Targeting ANGPTL3 yang melibatkan 15 pasien dengan kondisi kolesterol tinggi diberikan obat CRISPR-Cas9 yang disebut dapat memotong gen.

Dikutip dari American College of Cardiology bahwa obat diberikan melalui cairan infus satu kali terapi yang menargetkan protein mirip angiopoietin 3 (ANGPTL3) aman dan mengurangi kolesterol LDL hingga hampir 50% dan mengurangi trigliserida sekitar 55%.

Uji coba fase 1 itu yang pertama pada manusia, melibatkan 15 peserta dengan hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, atau dislipidemia yang tidak terkontrol dan menerima terapi penurun lipid yang ditoleransi secara maksimal. Setiap peserta menerima satu dosis intravena CTX310 dengan rata-rata tindak lanjut minimal 60 hari.

Dalam mempresentasikan hasilnya, para peneliti menyatakan bahwa titik akhir utama dari efek samping serius terjadi pada dua peserta, sementara tidak ada efek toksik yang membatasi dosis terkait CTX310.

Penurunan kolesterol LDL dan trigliserida terjadi di semua tingkat dosis, dengan penurunan awal muncul dalam dua minggu pertama pengobatan dan bertahan setidaknya selama 60 hari.

"Kepatuhan terhadap terapi penurun kolesterol merupakan salah satu tantangan terbesar dalam mencegah penyakit jantung," kata salah satu peneliti Steven E. Nissen dikutip pada Kamis (13/11).

"Banyak pasien berhenti minum obat kolesterol mereka dalam tahun pertama. Kemungkinan pengobatan satu kali dengan efek jangka panjang bisa menjadi kemajuan klinis yang signifikan," sambungnya.

Sementara itu, Stephen J. Nicholls menyebut temuan ini belum pernah terjadi sebelumnya dan dapat mengubah perawatan bagi orang-orang yang menderita kolesterol LDL.

"Jika dikonfirmasi dalam uji coba yang lebih besar, pendekatan ini dapat mengubah perawatan bagi orang-orang dengan gangguan lipid seumur hidup dan secara drastis mengurangi risiko kardiovaskular," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik