Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOLESTEROL adalah lemak yang diproduksi tubuh secara alami, yakni oleh organ hati. Lemak ini juga bisa ditemukan dalam makanan yang berasal dari hewan, seperti daging dan susu.
Kadar kolesterol yang tinggi kerap dituding menjadi penyebab sejumlah penyakit, salah satunya penyakit jantung. Oleh karenanya, masyarakat umumnya berusaha menjaga kadar kolesterolanya dengan mengatur pola makan dan ada pula yang mengonsumsi obat untuk menjaga kadar kolesterol
Binaragawan Ade Rai membagikan cara alami yang terbukti efektif dalam mengelola kadar kolesterol tanpa harus bergantung pada obat. Menurutnya, banyak kesalahpahaman mengenai kolesterol di masyarakat.
"Tubuh kita sebenarnya memproduksi kolesterol sendiri. Bahkan jika kita tidak mengonsumsi makanan tinggi kolesterol, tubuh tetap akan memproduksinya," ujarnya dalam YouTube Dunia Ade Rai, dikutip Rabu (12/2/2025).
Alih-alih mengandalkan obat-obatan, Ade Rai menyarankan pendekatan alami untuk mengelola kolesterol, yaitu:
Pola Makan Seimbang
Konsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti sayuran dan buah-buahan, dapat membantu tubuh mengatur kadar kolesterol secara alami. Hindari gula berlebih dan makanan olahan yang dapat menyebabkan peradangan.
Aktivitas Fisik
Olahraga teratur, seperti latihan beban dan kardio, dapat meningkatkan kadar HDL dan membantu tubuh dalam mengelola lemak dengan lebih baik.
Mengurangi Stres
Stres kronis dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol. Teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga dapat membantu menurunkan stres.
Tidur yang Cukup
Tidur yang berkualitas memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh
Menghindari Konsumsi Gula dan Karbohidrat Berlebih
"Bukan lemak yang berbahaya, tetapi gula dan makanan olahan yang menyebabkan peradangan dan merusak metabolisme tubuh," ujar Ade Rai.
Puasa Intermiten dan Pola Makan yang Tepat
Puasa intermiten atau pengaturan waktu makan yang lebih disiplin dapat membantu tubuh mengontrol kadar kolesterol secara alami tanpa harus menghindari makanan berlemak secara total.
Ade Rai menjelaskan bahwa sekitar 75 persen kolesterol dalam tubuh berasal dari produksi alami tubuh, sementara hanya 25 persen yang berasal dari makanan. Kolesterol, lanjutnya, bukan hal yang harus dihindari secara total karena berperan peran penting dalam pembentukan hormon, struktur sel, dan perlindungan jaringan tubuh.
Tes kolesterol dilakukan dengan mengambil sampel darah. Dari tes tersebut, akan didapat nilai kolesterol yang terdiri dari LDL, HDL, trigliserida, dan kolesterol total. (H-2)
Ahli membagikan cara sederhana sehari-hari yang dapat membantu memperpanjang usia hingga sepuluh tahun. Salah satunya, hindari menjadi perokok aktif maupun perokok pasif.
Selain menjaga pola makan sepanjang hari, kebiasaan pagi hari ternyata berperan penting dalam menjaga kadar kolesterol tetap normal dan kesehatan jantung.
Penurunan kolesterol LDL dan trigliserida terjadi di semua tingkat dosis, dengan penurunan awal muncul dalam dua minggu pertama pengobatan dan bertahan setidaknya selama 60 hari.
Konsumsi telur yang berlebihan tentu akan memberikan dampak bagi tubuh salah satunya penumpukan kolesterol yang meningkatkan risiko penyakit.
Kolesterol tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering kali disebabkan oleh penumpukan lemak berlebihan dalam tubuh.
Penelitian menemukan teh hijau, baik dalam bentuk minuman maupun kapsul, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol "jahat") dan kolesterol total.
Banyak orang baru menyadari nilai kesehatan setelah tubuh memberi sinyal lewat penyakit.
Untuk makanan, Ade Rai menyarankan untuk mengendalikan konsumsi karbohidrat dan gula berlebihan.
Dalam siklus sarapan tiga hari itu ia melatih otot dada, bahu, punggung, hingga kaki.
Dengan dukungan teknologi, kita dapat mencapai tujuan kesehatan dengan cara yang lebih efisien dan menyenangkan.
"Banyak orang ingin menurunkan berat badan (weight loss), padahal sebenarnya yang dimaksud adalah menurunkan kadar lemak (fat loss) karena massa otot tetap harus dijaga."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved