Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kendalikan LDL dapat Tekan Risiko Serangan Jantung di Usia Muda

Ficky Ramadhan
09/12/2025 19:12
Kendalikan LDL dapat Tekan Risiko Serangan Jantung di Usia Muda
dr Birry Karim.(MI/Ficky Ramadhan)

PERGESERAN kasus penyakit jantung ke kelompok usia muda menjadi fenomena baru yang perlu diwaspadai. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular, Birry Karim mengatakan bahwa penyakit jantung berhubungan erat dengan fenomena peningkatan kolesterol, terutama LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat, yang dikenal sebagai pemicu penyempitan pembuluh darah.

Dr Birry mengawali diskusinya dengan meluruskan mitos yang selama ini dipercaya masyarakat, yakni menghubungkan nyeri tengkuk dan sakit kepala dengan kolesterol tinggi. "Beberapa orang yang di sini, kalau mendapatkan keluhan dari tengkuk dan sakit kepala selalu menghubungkannya dengan kolesterol tinggi. Dan sejujurnya itu mitos. Karena sakit kepala dari tengkuk, dia tidak spesifik punya kolesterol," kata Birry dalam diskusi, kemarin.

KEBETULAN TINGGI
Meski begitu, Birry tak menampik bahwa sebagian pasien yang datang dengan keluhan tersebut dan kemudian diperiksa, ditemukan memiliki kolesterol tinggi sehingga sering dianggap sebagai hubungan sebab akibat secara langsung.

Kolesterol tinggi, khususnya LDL, lanjut Birry, juga sebagai silent killer karena tidak memunculkan tanda awal yang spesifik. "Karena sebetulnya kolesterol tinggi itu adalah silent killer. Dengan akumulasi lemak dalam pembuluh darah, dia berisiko menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Dan dia tidak mengenal pembuluh darah mana, semua pembuluh darah," jelasnya.

Penyumbatan akibat kolesterol tak hanya terjadi pada jantung, tetapi juga kaki dan otak, menyebabkan penyakit arteri perifer, stroke hingga serangan jantung mendadak. "American Heart Association mencatat sedikitnya lima faktor risiko penyakit arteri perifer, yakni diabetes, merokok, kolesterol tinggi, hipertensi, dan usia lanjut," ucapnya.

MENGARAH KE USIA MUDA
Dalam beberapa tahun terakhir, tren kasus serangan jantung menunjukkan pergeseran ke usia lebih muda. "Ternyata 70% usia rata-rata itu 30–35 tahun. Jadi kalau serangan jantung bukan lagi mengenai usia tua saja, tapi sudah bergeser ke usia muda," ungkapnya.

Melalui data riset, Birry menegaskan bahwa faktor paling dominan penyebab penyakit jantung berada pada fenotipe atau gaya hidup. "Ternyata setelah dikaji, 90% itu fenotipe, 10% genotipe. (Sebanyak) 90%-nya itu sebenarnya lifestyle kita," ujarnya.

KENDALIKAN LDL
Lebih lanjut, Birry menjelaskan bahwa konsumsi makanan berlemak jenuh berlebih mempercepat akumulasi lemak di pembuluh darah. Ia mencontohkan, gorengan, santan pekat, jeroan, serta bagian daging berlemak dan iga itu dapat menambah kolesterol jahat.

Perubahan pola hidup menjadi kunci pengendalian LDL, termasuk pola makan, aktivitas fisik, manajemen stres, hingga berhenti merokok. 
Birry juga memaparkan proses terjadinya penumpukan LDL dalam pembuluh darah yang berkembang menjadi plak dan berujung penyumbatan total. Awalnya tak bergejala, namun akan mulai terasa ketika suplai darah berkurang dan akan menjadi fatal saat plak pecah dan membentuk gumpalan darah.  

Birry pun menekankan bahwa kolesterol dapat dideteksi, dicegah, dan dikendalikan, serta menegaskan kembali bahwa gaya hidup memiliki kontribusi sangat besar. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya