Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Disiplin Jangka Panjang Kunci Pengendalian Kolesterol Jahat Atau LDL

Basuki Eka Purnama
11/12/2025 13:35
Disiplin Jangka Panjang Kunci Pengendalian Kolesterol Jahat Atau LDL
Ilustrasi(Freepik)

PENGENDALIAN kadar Kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL-C), atau yang sering disebut kolesterol jahat, merupakan sebuah maraton jangka panjang, bukan penanganan yang instan. Para ahli menekankan bahwa konsistensi dan disiplin berkelanjutan adalah kunci utama untuk mencegah komplikasi kardiovaskular fatal seperti serangan jantung dan stroke.

Kepala Departemen Kardiovaskular Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Birry Karim, Sp.PD., K-KV., menyatakan bahwa pengendalian LDL-C harus dipandang sebagai investasi kesehatan jangka panjang.

Dalam sebuah seminar kesehatan di RS Medistra, Jakarta, Birry menyoroti alasan utama kegagalan pasien mencapai target kolesterol ideal. 

"Banyak pasien yang belum berhasil mencapai target kolesterol LDL ideal karena kurangnya konsistensi, baik dalam gaya hidup maupun terapi medis," kata Birry.

Efek Terapi Butuh Waktu

Birry menjelaskan bahwa efek dari intervensi medis tidak dapat dilihat dalam waktu singkat. Kesabaran menjadi komponen penting dalam proses pengobatan.

"Obat-obatan itu tidak hari ini [diminum] besok turun. Efeknya itu baru terlihat dalam empat sampai enam minggu," ujar dia, mengingatkan bahwa kurangnya kesabaran dan ketidakkonsistenan pasien dalam rentang waktu terapi tersebut sering menjadi penghalang.

Selain kepatuhan medis, target LDL-C juga harus dipertahankan secara berkelanjutan. Khusus bagi pasien berisiko tinggi, target ideal yang harus dicapai adalah di bawah 55 mg/dL.

Gaya Hidup dan Angka Kepatuhan yang Rendah

Modifikasi gaya hidup menjadi faktor penentu keberhasilan. Birry menggarisbawahi perlunya pengaturan pola makan yang konsisten, yaitu dengan mengurangi asupan tinggi lemak dan kolesterol. Selain itu, olahraga teratur direkomendasikan antara 30 sampai 60 menit per sesi.

Sayangnya, data menunjukkan tantangan kepatuhan di Indonesia masih sangat besar. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hanya 3,6% pasien di Indonesia yang berhasil mencapai target LDL-C yang ideal. 

Kegagalan ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya kepatuhan terhadap terapi dan perubahan gaya hidup.

Ancaman Kardiovaskular

Pentingnya pengendalian LDL-C ini tidak terlepas dari ancaman penyakit kardiovaskular di Indonesia. Menurut Kementerian Kesehatan (2025), sekitar 800.000 orang di Indonesia meninggal akibat penyakit kardiovaskular setiap tahunnya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga melaporkan bahwa tiga dari sepuluh penyebab kematian terbanyak di Indonesia terkait dengan kardiovaskular: stroke (peringkat 2), penyakit jantung iskemik (peringkat 3), dan penyakit jantung hipertensi (peringkat 8).

LDL-C merupakan faktor utama risiko karena dapat menumpuk di dinding pembuluh darah, memicu peradangan, dan menyebabkan penyempitan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik