Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKIPUN faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok, dan kurangnya aktivitas fisik telah dikenal dapat memicu serangan jantung. Banyak orang mungkin belum menyadari gejala awal, yang bisa menandakan kemungkinan serangan jantung.
Para pakar menjelaskan bahwa ada beberapa tanda yang muncul beberapa hari, hingga minggu sebelum serangan jantung, yang sebaiknya diwaspadai sebagai sinyal bahaya. Mengetahui gejala awal penyakit jantung bisa menyelamatkan nyawa, mengingat penyakit ini merupakan penyebab kematian utama, bagi pria dan wanita di Amerika Serikat.
Dr. Abha Khandelwal, profesor klinis kedokteran kardiovaskular di Stanford Health Care, menyebutkan bahwa dokter mencatat peningkatan kematian. Akibat penyakit jantung selama pandemi, menekankan pentingnya memahami risiko dan tanda-tandanya.
Di bawah ini, para ahli berbagi beberapa tanda peringatan dini serangan jantung dan apa yang harus dilakukan jika Anda mengalaminya:
Angina, nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba akibat penumpukan plak atau penyempitan arteri, bisa menjadi tanda peringatan serangan jantung dalam beberapa hari mendatang, kata Dr. Roger Blumenthal dari Johns Hopkins. Spasme arteri di luar jantung juga dapat memicu gejala ini.
Umumnya, serangan jantung dikaitkan dengan nyeri di lengan kiri, tetapi tanda awalnya tidak selalu jelas. "Kadang-kadang angina identik dengan nyeri dada atau tekanan dada, tetapi kadang-kadang, terutama pada orang lanjut usia, mungkin ada gejala terkait lainnya seperti nyeri yang menjalar ke leher, bahu, atau lengan," kata Blumenthal. Khandelwal menambahkan, sensasi tersebut juga dapat terasa seperti mati rasa yang menjalar hingga ke rahang.
Khandelwal mengatakan mudah kehabisan napas bisa menjadi tanda bahaya. Misalnya cepat lelah setelah melakukan aktivitas ringan, seperti memasang lampu atau menyiapkan taman. Beberapa orang juga merasakan mati rasa di lengan atau ketidaknyamanan di dada setelah aktivitas berat.
Sakit perut, mual, dan kelelahan juga bisa menjadi tanda peringatan serangan jantung, menurut Dr. Nikhil Sikand. "Beberapa pasien mungkin mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali," ujarnya, menunjukkan bahwa tanda-tanda ini tidak muncul pada semua orang.
Meski beberapa faktor risiko tidak dapat dikontrol, banyak juga yang bisa diatur melalui kebiasaan sehari-hari. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki setiap hari atau mengurangi konsumsi makanan tertentu. Serta memantau tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, dapat membantu menurunkan risiko serangan jantung, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tandanya.
Dr. Sikand menekankan bahwa selain menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga, langkah paling penting yang bisa dilakukan adalah rutin berkonsultasi, dengan tenaga kesehatan profesional. Hal ini berguna untuk mendeteksi dan menangani faktor risiko penyakit jantung sejak dini.
Sumber: Yahoo
Stres akibat tekanan ekonomi dan ketidakamanan pangan berpotensi mempercepat penuaan jantung, bahkan setara atau lebih besar dibandingkan faktor risiko penyakit jantung.
Studi terbaru mengungkap pria terkena penyakit jantung lebih awal dibanding perempuan. Simak mengapa usia 35 menjadi titik balik krusial bagi kesehatan jantung pria.
Sering tertukar, kenali perbedaan vital antara GERD dan penyakit jantung. Panduan medis lengkap 2026 untuk identifikasi gejala, pemicu, dan penanganan darurat.
Henti jantung mendadak adalah kondisi darurat yang berbeda dari serangan jantung. Kenali pengertian, gejala, penyebab, cara penanganan, dan langkah pencegahannya.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Roberto Carlos memberikan kabar terbaru terkait kondisi kesehatannya. Mantan bintang Real Madrid ini membantah rumor serangan jantung dan fokus pada pemulihan.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang didapat sejak lahir dan berpotensi mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Stres akibat tekanan ekonomi dan ketidakamanan pangan berpotensi mempercepat penuaan jantung, bahkan setara atau lebih besar dibandingkan faktor risiko penyakit jantung.
Tidur dalam kondisi terang bukan sekadar masalah gangguan kenyamanan, melainkan ancaman serius bagi jantung.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved