Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Waspada Ancaman Penyakit Kritis yang Mulai Menyerang Usia Produktif

Abi Rama
17/2/2026 11:35
Waspada Ancaman Penyakit Kritis yang Mulai Menyerang Usia Produktif
Ilustrasi.(freepik)

PENYAKIT kritis selama ini kerap dikaitkan dengan kelompok usia lanjut. Namun, tren kesehatan menunjukkan kondisi berbeda. Berbagai penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, kanker, hingga gagal ginjal kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

Berdasarkan data kesehatan nasional, penyakit tidak menular seperti kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Sekitar 75 persen angka kematian disebabkan oleh penyakit tidak menular, dengan penyakit jantung, stroke, kanker, dan gagal ginjal sebagai penyumbang utama. Situasi ini menjadi peringatan bahwa ancaman kesehatan tidak lagi mengenal batas usia.

Laporan tren kesehatan 2025 dari Mercer Marsh Benefit juga mencatat kenaikan biaya kesehatan di Indonesia mencapai 19 persen, angka yang jauh melampaui inflasi umum. Artinya, selain risiko medis yang meningkat, beban biaya pengobatan juga semakin tinggi. Di antara berbagai penyakit tidak menular tersebut, kasus gagal ginjal termasuk yang mengkhawatirkan karena dalam kondisi tertentu penderitanya harus menjalani transplantasi ginjal, yang memerlukan biaya besar dan perawatan jangka panjang.

Dokter sekaligus penulis Gia Pratama mengungkapkan bahwa banyak pasien usia produktif datang berobat dalam kondisi yang sudah cukup berat. Hal ini sering terjadi karena mereka merasa masih muda dan aktif sehingga menunda pemeriksaan kesehatan rutin. Padahal ketika diagnosis ditegakkan dalam kondisi lanjut, dampaknya bukan hanya dirasakan pasien, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi keluarga.

Ketika penyakit tidak menular semakin meningkat, persoalan yang muncul bukan hanya soal penyembuhan. Penyakit kritis kini menjadi persoalan sosial dan ekonomi. Banyak keluarga harus menghadapi pengeluaran besar secara mendadak, sementara di saat yang sama sumber penghasilan bisa terganggu karena pasien tidak dapat bekerja secara optimal.

Sejumlah pengamat kesehatan menilai pentingnya perubahan cara pandang masyarakat terhadap risiko penyakit tidak menular. Kesehatan kini tidak bisa dipisahkan dari perencanaan hidup secara menyeluruh, terutama bagi generasi produktif yang memiliki tanggung jawab ekonomi jangka panjang.

Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin, menerapkan pola hidup sehat, serta mempersiapkan perlindungan finansial dinilai perlu ditanamkan sejak dini. Dengan perencanaan yang matang, keluarga diharapkan mampu menghadapi risiko penyakit kritis tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi dan kualitas hidup.

Fenomena meningkatnya penyakit tidak menular yang berpotensi  di usia produktif menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Di tengah kenaikan biaya layanan kesehatan, kesiapan menghadapi risiko menjadi bagian penting dalam perencanaan masa depan keluarga. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik