Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Rahasia Diet Tanpa Lapar, Mengapa Makanan Alami Lebih Efektif dari Hitung Kalori?

Thalatie K Yani
25/1/2026 13:03
Rahasia Diet Tanpa Lapar, Mengapa Makanan Alami Lebih Efektif dari Hitung Kalori?
Ilustrasi(freepik)

BANYAK orang terjebak dalam aturan diet ketat dan penghitungan kalori yang membingungkan demi hidup sehat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan jalur yang lebih sederhana, cukup konsumsi makanan dalam bentuk aslinya. Riset mengungkap bahwa kualitas makanan dapat memandu pilihan kita secara otomatis tanpa perlu kontrol yang menyiksa.

Para peneliti dari University of Bristol menganalisis ulang data dari studi pemberian makan terkontrol National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat. Dalam studi tersebut, peserta mengonsumsi makanan tanpa proses (unprocessed) selama dua minggu, dan beralih ke makanan ultra-proses (ultra-processed) selama dua minggu berikutnya.

Porsi Lebih Besar, Kalori Lebih Rendah

Hasilnya mengejutkan. Saat mengonsumsi makanan alami, peserta justru makan dengan porsi yang jauh lebih besar secara timbangan, meningkat lebih dari 50%. Meski piring mereka penuh dengan buah dan sayuran, asupan kalori harian mereka justru turun sekitar 300 kalori.

Hal ini terjadi karena makanan alami memiliki "kepadatan energi" yang rendah. Kandungan air dan serat yang tinggi pada buah dan sayur membuat perut terasa kenyang lebih cepat meskipun energi yang masuk lebih sedikit. Sebaliknya, makanan ultra-proses memberikan kalori tinggi dalam porsi yang terlihat kecil.

Kecerdasan Alami Tubuh Manusia

Profesor Jeff Brunstrom, penulis utama studi dan pakar psikologi eksperimental, menjelaskan pilihan makanan manusia sebenarnya tidak acak.

"Sangat menarik melihat ketika orang ditawari pilihan makanan tanpa proses, mereka secara intuitif memilih makanan yang menyeimbangkan kenikmatan, nutrisi, dan rasa kenyang, sambil tetap mengurangi asupan energi secara keseluruhan," ujar Profesor Brunstrom.

Ia menambahkan otak manusia memiliki sistem internal yang merespons nutrisi, bukan sekadar kalori. Makanan alami mengaktifkan sinyal yang mengarahkan kita pada buah dan sayuran, sekaligus membatasi asupan energi berlebih.

Bahaya Tersembunyi Makanan Ultra-Proses

Studi ini juga menyoroti masalah pada makanan ultra-proses (UPF) yang sering ditambahkan vitamin atau difortifikasi. Dr. Annika Flynn mencatat bahwa hal ini bisa merusak keseimbangan alami tubuh dalam memilih makanan.

"Ini memunculkan kemungkinan yang mengkhawatirkan UPF memberikan energi tinggi dan mikronutrien sekaligus, yang dapat mengakibatkan kelebihan kalori karena secara efektif menghilangkan pertukaran bermanfaat antara kalori dan mikronutrien," jelas Dr. Flynn.

Pada makanan alami, ada "persaingan sehat" di mana tubuh didorong untuk memilih sumber nutrisi rendah kalori (seperti sayuran) demi memenuhi kebutuhan vitamin harian. Namun, pada makanan olahan, kebutuhan vitamin terpenuhi bersamaan dengan asupan lemak dan gula yang tinggi, sehingga memicu makan berlebihan.

Kesimpulannya, kualitas makanan, bukan sekadar kekuatan kemauan (willpower), memegang peranan utama dalam pola makan sehat. Dengan memilih bahan alami, tubuh akan "berpikir" lebih cerdas untuk menentukan kapan harus berhenti makan. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya