Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang beranggapan bahwa penurunan fungsi kognitif adalah masalah yang hanya dihadapi oleh kelompok lanjut usia. Namun, para pakar menekankan bahwa kesehatan otak seharusnya dirawat sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten. Hal ini menjadi kunci untuk menjaga produktivitas dan kemandirian di masa depan.
Pesan tersebut disampaikan oleh Gary Small, seorang pakar psikiatri terkemuka dari Amerika Serikat (AS), dalam diskusi yang digelar Herbalife Indonesia di Jakarta, Rabu (22/1/2026).
Menurut Small, fondasi kualitas hidup seseorang sangat bergantung pada memori, fokus, dan kecepatan berpikir.
Salah satu tantangan besar dalam menjaga daya ingat sebenarnya bukan berasal dari kelemahan otak secara organik, melainkan kurangnya fokus saat menerima informasi.

Untuk mengatasi hal ini, Small memperkenalkan konsep sederhana bernama Look, Snap, Connect:
Pendekatan ini selaras dengan prinsip neuroplastisitas, yakni kemampuan otak untuk terus membentuk koneksi baru sepanjang hidup manusia.
“Dengan melatih perhatian dan membangun koneksi yang bermakna, kemampuan mengingat bisa jauh lebih optimal,” ujar Small.
Selain teknik ingatan, Small menganalogikan otak seperti otot tubuh yang perlu dilatih secara rutin. Stimulasi mental yang konsisten sangat diperlukan agar fungsi kognitif tidak menurun akibat jarang digunakan.
Namun, latihan mental saja tidak cukup. Aspek nutrisi, terutama asupan fitonutrien seperti polifenol, memegang peran krusial dalam mendukung kinerja otak. Senyawa ini dapat ditemukan secara alami pada bahan pangan seperti teh hijau, beri, kunyit, dan kedelai.
Menjawab kebutuhan tersebut, Herbalife Indonesia memperkenalkan inovasi terbaru mereka, SharpSpearmint. Produk ini mengandung 300 mg ekstrak Mentha spicata atau spearmint yang kaya akan polifenol.
Direktur & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menyatakan bahwa produk ini merupakan solusi nutrisi berbasis sains untuk mendukung kesehatan kognitif masyarakat.
Di akhir paparannya, Small mengingatkan bahwa menjaga kesehatan otak memerlukan pendekatan gaya hidup menyeluruh. Nutrisi memang penting, namun harus dibarengi dengan olahraga rutin, tidur yang cukup, dan stimulasi mental yang terjadwal.
“Meskipun memori dan kecepatan pemrosesan informasi secara alami dapat menurun seiring bertambahnya usia, kombinasi olahraga rutin, nutrisi seimbang, tidur yang cukup, dan stimulasi mental dapat membantu mendukung kesehatan otak jangka panjang serta kualitas hidup,” pungkasnya. (Z-1)
Studi Harvard selama 43 tahun ungkap rutin minum 2-3 cangkir kopi atau teh sehari dapat kurangi risiko demensia dan melindungi fungsi otak dari kerusakan sel.
Pakar neurologi memperingatkan adanya tahapan sistematis kerusakan otak pada anak muda yang dipicu oleh penggunaan gadget berlebih di tahun 2026, dikenal sebagai Digital Dementia.
Kenali bahaya Digital Dementia yang membuat otak anak muda menua lebih cepat. Simak penjelasan medis dan cara efektif mencegahnya di sini.
Di tengah gempuran produktivitas digital, banyak anak muda tak sadar bahwa kesehatan otak mereka terganggu atau "menciut" lebih cepat akibat kebiasaan remeh.
Waspada! 3 kebiasaan sepele ini picu penyusutan otak (atrofi serebri) lebih cepat. Simak penjelasan ahli saraf dan cara mencegahnya.
Studi terbaru mengungkap hobi birding atau memantau burung mampu memadatkan jaringan otak dan memperlambat penurunan kognitif pada lansia.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Kunci utama menjaga kesehatan ginjal terletak pada pemenuhan cairan yang cukup.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Pemilihan nutrisi yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidatif menjadi kunci utama dalam menjaga keremajaan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved