Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Jaga Stamina Saat Ramadan, Ahli Tekankan Pentingnya Protein dan Proses Autofagi

Basuki Eka Purnama
28/2/2026 19:27
Jaga Stamina Saat Ramadan, Ahli Tekankan Pentingnya Protein dan Proses Autofagi
Acara bincang-bincang bertajuk “Raih Kebaikan dan Kehangatan Ramadan” yang digelar Frisian Flag Indonesia di Jakarta, Rabu (26/2/2026)(MI/HO)

MENJALANI ibadah puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan sebuah proses adaptasi tubuh terhadap perubahan pola makan, tidur, dan aktivitas harian. 

Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.

Dalam bincang-bincang bertajuk “Raih Kebaikan dan Kehangatan Ramadan” yang digelar Frisian Flag Indonesia di Jakarta, Rabu (26/2/2026), dr. Gia Pratama menjelaskan bahwa tubuh mengalami perubahan metabolisme yang signifikan selama berpuasa. 

Ia menekankan bahwa Ramadan sebenarnya adalah momentum emas untuk memperbaiki kualitas kesehatan melalui proses alami bernama autofagi.

Keajaiban Autofagi dan Nutrisi Pendukung

Autofagi merupakan proses ketika tubuh membersihkan sel-sel yang rusak, mengurai toksin, dan membangun sel baru yang lebih sehat. Gia menyebutkan bahwa puasa memberikan kesempatan bagi tubuh untuk "memperbaiki diri".

“Puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi memberi kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri. Saat sahur dan berbuka, penting memberikan asupan protein yang tepat untuk mendukung kembali pertumbuhan sel-sel baik dalam tubuh,” ujar Gia.

Selain protein, kombinasi kalsium dan vitamin D sangat diperlukan agar tubuh tidak mudah lemas. Kalsium berperan menjaga fungsi otot dan tulang, sementara vitamin D mendukung penyerapan kalsium sekaligus memperkuat sistem imun. 

Untuk menjaga stamina, masyarakat juga dianjurkan tetap melakukan olahraga ringan agar metabolisme tetap aktif.

Peran Susu sebagai Nutrisi Praktis

Senior Brand Manager PT Frisian Flag Indonesia, Claudya Delliawan, menambahkan bahwa susu dapat menjadi solusi praktis untuk melengkapi kebutuhan nutrisi keluarga. 

Mengonsumsi susu saat sahur diklaim dapat meningkatkan asupan kalsium hingga empat kali lipat dan vitamin D hingga 15 kali lipat.

Dukungan terhadap pola makan sehat ini juga diamini oleh Adam Suseno yang hadir sebagai pembicara tamu. 

Ia mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam memilih menu berbuka dan sahur agar ibadah tetap lancar hingga keesokan harinya.

Komitmen Jangka Panjang

Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F Saputro, menegaskan bahwa edukasi nutrisi ini merupakan bagian dari visi Nourishing Indonesia dan dukungan terhadap program Generasi Emas 2045.

“Kami percaya konsumsi susu secara rutin membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian, termasuk saat menjalani puasa. Dengan mengangkat nilai–nilai keluarga, kami ingin terus hadir dan mendukung keluarga Indonesia hidup lebih sehat dan kuat,” pungkas Andrew. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya