Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Buka Puasa Makan Sayur Dulu, Bisa Turunkan Lonjakan Gula Darah

Cahya Mulyana
22/2/2026 17:01
Buka Puasa Makan Sayur Dulu, Bisa Turunkan Lonjakan Gula Darah
ilustrasi.(MI)

 Sayuran yang masuk lebih dulu dalam urutan makanan disebut menciptakan lapisan serat pada sistem pencernaan yang memengaruhi kadar gula darah setelah makan.

Masyarakat dianjurkan memulai makan dengan sayuran non-tepung (non-starchy) untuk menjaga kesehatan.

"Studi menunjukkan bahwa urutan makanan yang dimakan saat makan dapat memengaruhi kadar gula darah pasca makan," kata ahli sains nutrisi (MS) sekaligus koordinator dukungan nutrisi di Tufts Medical Center Grace Phelan dilansir dari EatingWell, Minggu.

Brokoli panggang atau selada dapat menjadi pilihan menu pembuka yang tepat. Sayuran mengandung banyak serat untuk memperlambat pencernaan karbohidrat.

"Memakannya lebih awal saat makan dapat membantu memoderasi gula darah dengan menciptakan peningkatan glukosa yang lebih lambat dan bertahap," imbuh Phelan.

Sumber protein dan lemak perlu masuk ke dalam perut setelah sayuran habis. Menu ini meliputi ayam panggang, ikan, telur, atau tahu.

Protein dan lemak akan memperlambat pengosongan perut secara alami. Reaksi ini membuat glukosa dari karbohidrat memasuki aliran darah secara bertahap.

"Hal ini, pada gilirannya, dapat menumpulkan lonjakan gula darah," kata ahli diet terdaftar (RD) dari Health For Life Medical Centre Avery Zenker dalam laporan yang sama.

Protein juga merangsang hormon usus (GLP-1) untuk meningkatkan insulin secara efisien. Hormon tersebut berfungsi membantu menekan nafsu makan secara efektif.

"Strategi ini mungkin juga bermanfaat untuk kondisi kesehatan lain yang terkait dengan resistensi insulin," tambah Zenker.

Makanan kaya karbohidrat seperti nasi atau kentang menempati urutan terakhir dalam piring makan.

Serat dan protein yang sudah masuk terlebih dahulu akan bertindak sebagai penyangga (buffer).

"Alih-alih mendapatkan aliran karbohidrat cepat, gula membutuhkan waktu untuk berpindah melalui perut sebelum diserap," kata Zenker.

Penelitian menunjukkan bahwa metode ini menurunkan lonjakan gula darah hingga 44 persen pada penderita diabetes tipe 2.

Jalan kaki singkat selama 10 menit setelah makan juga membantu otot menyerap glukosa tanpa memerlukan banyak hormon insulin.

"Ini tidak perlu sempurna, cukup mulai makan dengan makanan kaya serat dan protein untuk membuat perbedaan nyata," tutur Phelan. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya