Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Tips Sehat Puasa bagi Penderita Diabetes dan Hipertensi: Atur Waktu Olahraga dan Asupan Protein

Basuki Eka Purnama
21/1/2026 13:44
Tips Sehat Puasa bagi Penderita Diabetes dan Hipertensi: Atur Waktu Olahraga dan Asupan Protein
Ilustrasi(Freepik)

MENJALANKAN ibadah puasa bagi penderita diabetes dan hipertensi memerlukan strategi khusus agar kondisi tubuh tetap bugar dan kadar gula darah tetap terkendali. Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K), membagikan sejumlah panduan penting mulai dari pengaturan waktu olahraga hingga pola makan yang tepat.

Salah satu poin krusial yang disoroti Inge adalah pemilihan waktu berolahraga. Ia menyarankan agar penderita diabetes atau hipertensi tetap aktif bergerak, namun dengan pemilihan waktu yang presisi guna menghindari risiko kesehatan.

"Jangan lupa juga olahraga, misalnya kalau dilakukan sesudah sahur, dikhawatirkan (seseorang) menjadi haus, jadi, lakukan olahraga kira-kira setengah atau satu jam sebelum berbuka," ujar Inge, dikutip Rabu (21/1).

Menurutnya, olahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi dan rasa lemas yang berlebihan, mengingat tubuh tidak akan mendapat asupan cairan dalam waktu lama setelahnya.

Pengaturan Pola Makan saat Berbuka

Khusus bagi pasien diabetes, momen berbuka puasa sering kali menjadi tantangan. Inge mengingatkan agar pasien tidak terjebak untuk langsung mengonsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi secara berlebihan.

Meskipun buah-buahan umumnya sehat, pasien diabetes disarankan untuk membatasi konsumsi buah yang terlalu manis seperti jambu dan melon, atau pemanis tambahan seperti madu dan kolak secara berlebihan saat berbuka. Tujuannya adalah agar peningkatan kadar gula darah terjadi secara bertahap dan normal, bukan melonjak drastis.

"Pemilihannya itu harus benar-benar supaya kadar gula darah meningkat normal, tidak menjadi meningkat berlebihan,” jelasnya.

Selain itu, pengaturan waktu makan malam juga perlu diperhatikan.  Inge menyarankan agar makan malam dilakukan sekitar tiga jam sebelum tidur untuk memberikan waktu bagi tubuh mencerna makanan dengan optimal.

Pentingnya Kecukupan Protein

Salah satu tantangan selama berpuasa adalah terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian, terutama protein. 

Protein memiliki peran vital bagi penderita diabetes, mulai dari menjaga massa otot, mendukung penyembuhan luka, hingga membantu manajemen berat badan melalui rasa kenyang yang lebih lama.

Untuk menyiasati hilangnya waktu makan siang, Dr. Inge menyarankan penggunaan susu khusus diabetes sebagai tambahan nutrisi di malam hari.

"Memindahkan protein yang ada pada makan siang, sebelum tidur bisa mengonsumsi susu untuk diabetes,” kata Inge.

Susu tersebut berfungsi menggantikan asupan protein yang mungkin kurang selama berpuasa. 

Secara umum, porsi protein yang ideal bagi penderita diabetes berkisar antara 10 hingga 15 persen dari total porsi makan harian. Dengan pengaturan pola makan yang bergizi dan tidak berlebihan, risiko kenaikan berat badan akibat kalap saat berbuka puasa pun dapat dihindari. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya