Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJALANKAN ibadah puasa bagi penderita diabetes dan hipertensi memerlukan strategi khusus agar kondisi tubuh tetap bugar dan kadar gula darah tetap terkendali. Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K), membagikan sejumlah panduan penting mulai dari pengaturan waktu olahraga hingga pola makan yang tepat.
Salah satu poin krusial yang disoroti Inge adalah pemilihan waktu berolahraga. Ia menyarankan agar penderita diabetes atau hipertensi tetap aktif bergerak, namun dengan pemilihan waktu yang presisi guna menghindari risiko kesehatan.
"Jangan lupa juga olahraga, misalnya kalau dilakukan sesudah sahur, dikhawatirkan (seseorang) menjadi haus, jadi, lakukan olahraga kira-kira setengah atau satu jam sebelum berbuka," ujar Inge, dikutip Rabu (21/1).
Menurutnya, olahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi dan rasa lemas yang berlebihan, mengingat tubuh tidak akan mendapat asupan cairan dalam waktu lama setelahnya.
Khusus bagi pasien diabetes, momen berbuka puasa sering kali menjadi tantangan. Inge mengingatkan agar pasien tidak terjebak untuk langsung mengonsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi secara berlebihan.
Meskipun buah-buahan umumnya sehat, pasien diabetes disarankan untuk membatasi konsumsi buah yang terlalu manis seperti jambu dan melon, atau pemanis tambahan seperti madu dan kolak secara berlebihan saat berbuka. Tujuannya adalah agar peningkatan kadar gula darah terjadi secara bertahap dan normal, bukan melonjak drastis.
"Pemilihannya itu harus benar-benar supaya kadar gula darah meningkat normal, tidak menjadi meningkat berlebihan,” jelasnya.
Selain itu, pengaturan waktu makan malam juga perlu diperhatikan. Inge menyarankan agar makan malam dilakukan sekitar tiga jam sebelum tidur untuk memberikan waktu bagi tubuh mencerna makanan dengan optimal.
Salah satu tantangan selama berpuasa adalah terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian, terutama protein.
Protein memiliki peran vital bagi penderita diabetes, mulai dari menjaga massa otot, mendukung penyembuhan luka, hingga membantu manajemen berat badan melalui rasa kenyang yang lebih lama.
Untuk menyiasati hilangnya waktu makan siang, Dr. Inge menyarankan penggunaan susu khusus diabetes sebagai tambahan nutrisi di malam hari.
"Memindahkan protein yang ada pada makan siang, sebelum tidur bisa mengonsumsi susu untuk diabetes,” kata Inge.
Susu tersebut berfungsi menggantikan asupan protein yang mungkin kurang selama berpuasa.
Secara umum, porsi protein yang ideal bagi penderita diabetes berkisar antara 10 hingga 15 persen dari total porsi makan harian. Dengan pengaturan pola makan yang bergizi dan tidak berlebihan, risiko kenaikan berat badan akibat kalap saat berbuka puasa pun dapat dihindari. (Ant/Z-1)
Peneliti Universitas Bonn temukan manfaat luar biasa diet oat selama dua hari bagi penderita sindrom metabolik. Simak bagaimana oat mengubah bakteri usus dan kesehatan jantung.
Resistensi insulin adalah akar masalah diabetes dan obesitas yang sering tidak terdeteksi. Kenali gejala fisik, penyebab, dan cara memulihkannya secara alami di sini.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Studi terbaru mengungkap diabetes bukan sekadar masalah kesehatan, tapi ancaman bagi GDP dunia. Temukan mengapa pencegahan dini menjadi kunci stabilitas ekonomi.
Pada penderita diabetes, infeksi ini dapat berkembang lebih cepat, sulit disembuhkan, dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani secara tepat.
Studi global mengungkap hubungan air minum asin dengan kenaikan tekanan darah. Ancaman serius bagi warga pesisir akibat perubahan iklim.
Satu dari lima remaja Indonesia mengalami tekanan darah di atas normal. Kondisi ini membuka jalan bagi hipertensi dan penyakit kronis di usia produktif.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Selain hipertensi, Dinkes Batam juga menyoroti tingginya beban penyakit menular dan pernapasan. I
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved