Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Memahami Empat Klasifikasi Diabetes Melitus

Basuki Eka Purnama
27/2/2026 16:30
Memahami Empat Klasifikasi Diabetes Melitus
Ilustrasi(Freepik)

DIABETES melitus bukan sekadar penyakit gula biasa. Penyakit metabolik kronis ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi atau merespons insulin secara efektif. 

Dalam sebuah acara temu media di Jakarta, Kamis (26/2), dokter spesialis penyakit dalam dr. Wirawan Hambali, Sp.P.D, FINASIM, memaparkan secara mendalam mengenai empat klasifikasi utama penderita diabetes.

Menurut Wirawan, pemahaman mengenai klasifikasi ini sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda. 

Keempat klasifikasi tersebut meliputi diabetes tipe 1, tipe 2, gestasional, serta tipe spesifik lainnya.

Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2: Perbedaan Karakteristik Fisik

Lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa Diabetes Melitus Tipe 1 terjadi akibat rusaknya sel beta di dalam pankreas. 

Kondisi ini menyebabkan tubuh mengalami defisiensi insulin absolut. Penyebabnya bisa berasal dari penyakit autoimun, namun ada pula yang tidak diketahui secara pasti atau bersifat idiopatik.

"Diabetes tipe 1 sering kali muncul pada usia muda dan kebanyakan penderitanya memiliki postur tubuh yang kurus," ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah tersebut.

Berbeda dengan tipe 1, Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan jenis yang paling umum ditemukan, mencakup sekitar 95% dari total kasus diabetes. 

Pada tipe ini, kondisi tubuh cenderung bervariasi; mulai dari dominasi resistensi insulin hingga defek sekresi insulin. Secara fisik, penderita tipe 2 umumnya memiliki perawakan gemuk.

"Jadi semakin gemuk, tubuh itu akan resisten terhadap insulin. Insulin tidak bisa bekerja secara maksimal dan kalau terjadi terus menerus, gula darah akan meningkat. Makanya kenapa orang DM tipe 2 itu memang salah satu perawakannya gendut-gendut," jelas Wirawan.

Diabetes Gestasional dan Tipe Spesifik

Klasifikasi ketiga adalah Diabetes Melitus Gestasional. Kondisi ini khusus didiagnosis pada perempuan selama masa kehamilan, meskipun sebelumnya mereka tidak memiliki riwayat diabetes.

Terakhir, terdapat Diabetes Tipe Spesifik yang dipicu oleh penyebab lain yang lebih kompleks. 

Wirawan menyebutkan tipe ini bisa berupa sindroma diabetes monogenik hingga gangguan fungsi eksokrin pankreas. 

Selain faktor internal tubuh, penggunaan zat kimia atau obat-obatan tertentu juga bisa menjadi pemicu, seperti penggunaan glukokortikoid, obat terapi HIV/AIDS, atau pengobatan pasca-transplantasi organ.

Sebagai penutup, Wirawan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak meremehkan gejala yang muncul. 

Ia menekankan bahwa diabetes adalah penyakit yang tidak pandang bulu. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang batasan usia maupun jenis kelamin. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya