Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES melitus bukan sekadar penyakit gula biasa. Penyakit metabolik kronis ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi atau merespons insulin secara efektif.
Dalam sebuah acara temu media di Jakarta, Kamis (26/2), dokter spesialis penyakit dalam dr. Wirawan Hambali, Sp.P.D, FINASIM, memaparkan secara mendalam mengenai empat klasifikasi utama penderita diabetes.
Menurut Wirawan, pemahaman mengenai klasifikasi ini sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Keempat klasifikasi tersebut meliputi diabetes tipe 1, tipe 2, gestasional, serta tipe spesifik lainnya.
Lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa Diabetes Melitus Tipe 1 terjadi akibat rusaknya sel beta di dalam pankreas.
Kondisi ini menyebabkan tubuh mengalami defisiensi insulin absolut. Penyebabnya bisa berasal dari penyakit autoimun, namun ada pula yang tidak diketahui secara pasti atau bersifat idiopatik.
"Diabetes tipe 1 sering kali muncul pada usia muda dan kebanyakan penderitanya memiliki postur tubuh yang kurus," ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah tersebut.
Berbeda dengan tipe 1, Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan jenis yang paling umum ditemukan, mencakup sekitar 95% dari total kasus diabetes.
Pada tipe ini, kondisi tubuh cenderung bervariasi; mulai dari dominasi resistensi insulin hingga defek sekresi insulin. Secara fisik, penderita tipe 2 umumnya memiliki perawakan gemuk.
"Jadi semakin gemuk, tubuh itu akan resisten terhadap insulin. Insulin tidak bisa bekerja secara maksimal dan kalau terjadi terus menerus, gula darah akan meningkat. Makanya kenapa orang DM tipe 2 itu memang salah satu perawakannya gendut-gendut," jelas Wirawan.
Klasifikasi ketiga adalah Diabetes Melitus Gestasional. Kondisi ini khusus didiagnosis pada perempuan selama masa kehamilan, meskipun sebelumnya mereka tidak memiliki riwayat diabetes.
Terakhir, terdapat Diabetes Tipe Spesifik yang dipicu oleh penyebab lain yang lebih kompleks.
Wirawan menyebutkan tipe ini bisa berupa sindroma diabetes monogenik hingga gangguan fungsi eksokrin pankreas.
Selain faktor internal tubuh, penggunaan zat kimia atau obat-obatan tertentu juga bisa menjadi pemicu, seperti penggunaan glukokortikoid, obat terapi HIV/AIDS, atau pengobatan pasca-transplantasi organ.
Sebagai penutup, Wirawan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak meremehkan gejala yang muncul.
Ia menekankan bahwa diabetes adalah penyakit yang tidak pandang bulu. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang batasan usia maupun jenis kelamin. (Ant/Z-1)
Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik akibat gangguan insulin yang menyebabkan gula darah tinggi. Kenali penyebab, gejala awalnya.
IDAI mencatat peningkatan kasus diabetes anak mencapai 70 kali lipat sejak 2010. Sebagian besar penderita berada di kelompok usia 10-14 tahun, dengan risiko komplikasi gagal ginjal.
Mekanisme antidiabetes Annona muricata L. diduga terjadi melalui beberapa jalur, di antaranya menghambat Penyerapan Karbohidrat,
Penyebab diabetes bisa datang dari mana saja, bahkan hal-hal sederhana yang rutin dilakukan setiap hari seperti penggunaan gawai atau gadget.
Kesalahan umum lain yang sering dilakukan banyak orang adalah mengabaikan gejala awal diabetes. Tanda-tanda penyakit ini sering muncul perlahan dan dianggap remeh.
DIABETES Mellitus Tipe 1 sering ditemukan pada anak-anak. Diabetes Melitus tipe 1 adalah suatu kondisi autoimun yang menyebabkan kerusakan sel beta pankreas.
Diabetes melitus tipe 1 semakin sering dijumpai pada anak-anak, dengan gejala seperti sering haus, peningkatan nafsu makan, penurunan berat badan, dan kelelahan.
Diabetes melitus (DM) tipe 1 adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah melebihi batas normal karena tubuh tidak mampu menghasilkan hormon insulin secara optimal.
Pada DM tipe 1, ketika onset atau awal munculnya lebih mudah terjadi pada 6 bulan sampai dengan remaja.
Gejala diabetes melitus tipe 1 pada anak adalah banyak makan, banyak minum, berat badannya turun, dan pada pemeriksaan gula darah yang didapatkan tinggi lebih dari 200.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved