Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES Melitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia). Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada produksi hormon insulin, gangguan kerja insulin, atau kombinasi keduanya. Informasi ini sebagaimana dikutip dari laman Kemenkes.
Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas dan berperan penting dalam membantu tubuh mengubah glukosa menjadi energi. Glukosa berasal dari makanan yang mengandung gula, baik dalam bentuk polisakarida, oligosakarida, disakarida, maupun monosakarida. Tanpa insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak merespons insulin dengan baik, glukosa tidak dapat diproses secara optimal dan akhirnya menumpuk di dalam darah.
Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan memicu berbagai gangguan kesehatan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada mata, ginjal, saraf, jantung, serta pembuluh darah. Karena gejalanya yang beragam dan dapat menyerupai penyakit lain, Diabetes Melitus kerap dijuluki sebagai “The Great Imitator”.
Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya Diabetes Melitus antara lain kurangnya aktivitas fisik, konsumsi gula berlebihan, gangguan respons tubuh terhadap insulin (resistensi insulin), berkurangnya produksi insulin oleh pankreas, serta adanya hormon lain yang menghambat kerja insulin.
Gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tinggi gula dan lemak serta minim olahraga, turut meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.
Gejala Diabetes Melitus sering kali muncul secara perlahan dan tidak disadari. Beberapa tanda yang umum dialami antara lain:
Gejala-gejala tersebut terjadi karena tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi secara efektif. Sel-sel tubuh kekurangan energi, sementara kadar gula dalam darah terus meningkat.
Apabila tidak ditangani dengan baik, Diabetes Melitus dapat menimbulkan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular. Komplikasi mikrovaskular meliputi retinopati diabetik (kerusakan retina mata), neuropati diabetik (kerusakan saraf), serta nefropati diabetik (kerusakan ginjal). Sementara itu, komplikasi makrovaskular mencakup penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, hingga ulkus diabetik yang berisiko menyebabkan amputasi.
Hiperglikemia kronis menjadi pemicu utama terjadinya kerusakan organ-organ tersebut. Oleh karena itu, pengendalian kadar gula darah menjadi kunci utama dalam pencegahan komplikasi.
Diabetes Melitus bukan hanya persoalan kadar gula darah tinggi, tetapi juga ancaman jangka panjang terhadap kualitas hidup penderitanya. Deteksi dini melalui pemeriksaan kadar gula darah secara rutin, penerapan pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, serta kepatuhan terhadap pengobatan menjadi cara untuk mencegah komplikasi. (Kementerian Kesehatan/Z-2)
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
DI 2026, anggapan bahwa diabetes melitus adalah penyakit orang tua telah resmi terpatahkan.
Panduan lengkap mengatasi resistensi insulin tahun 2026. Pelajari strategi diet kronobiologi, suplemen alami, dan pola latihan fisik untuk cegah diabetes.
Resistensi insulin bukan hanya masalah gula darah. Ini adalah akar dari berbagai penyakit degeneratif, termasuk hipertensi, obesitas, PCOS pada wanita, hingga peningkatan risiko demensia.
Resistensi insulin adalah akar masalah diabetes dan obesitas yang sering tidak terdeteksi. Kenali gejala fisik, penyebab, dan cara memulihkannya secara alami di sini.
Mengenali tanda-tanda awal gula darah tinggi, mengetahui langkah pertolongan pertama, serta menerapkan pola hidup pencegahan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Jika tidak dikendalikan, hiperglikemia dapat menimbulkan kerusakan serius pada organ tubuh seperti mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah.
Hiperglikemia atau tingginya kadar gula darah dapat menimbulkan gejala serius seperti sakit kepala, penglihatan kabur, mulut kering, hingga nyeri lambung.
Diabetes terbagi menjadi dua jenis, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Penderita diabetes tipe 1 perlu menjalani pengobatan dengan suntikan insulin, sedangkan individu dengan diabetes tipe 2
KIM Soo-mi, aktris senior Korea Selatan yang terkenal lewat peran komedi, meninggal pada usia 75 tahun, Jumat (25/10).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved