Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Waspada Diabetes Melitus, Kenali Penyebab dan Gejalanya Sejak Dini

Abi Rama
27/2/2026 10:51
Waspada Diabetes Melitus, Kenali Penyebab dan Gejalanya Sejak Dini
Ilustrasi(freepik)

DIABETES Melitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia). Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada produksi hormon insulin, gangguan kerja insulin, atau kombinasi keduanya. Informasi ini sebagaimana dikutip dari laman Kemenkes.

Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas dan berperan penting dalam membantu tubuh mengubah glukosa menjadi energi. Glukosa berasal dari makanan yang mengandung gula, baik dalam bentuk polisakarida, oligosakarida, disakarida, maupun monosakarida. Tanpa insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak merespons insulin dengan baik, glukosa tidak dapat diproses secara optimal dan akhirnya menumpuk di dalam darah.

Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan memicu berbagai gangguan kesehatan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada mata, ginjal, saraf, jantung, serta pembuluh darah. Karena gejalanya yang beragam dan dapat menyerupai penyakit lain, Diabetes Melitus kerap dijuluki sebagai “The Great Imitator”.

Penyebab dan Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya Diabetes Melitus antara lain kurangnya aktivitas fisik, konsumsi gula berlebihan, gangguan respons tubuh terhadap insulin (resistensi insulin), berkurangnya produksi insulin oleh pankreas, serta adanya hormon lain yang menghambat kerja insulin.

Gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tinggi gula dan lemak serta minim olahraga, turut meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala Diabetes Melitus sering kali muncul secara perlahan dan tidak disadari. Beberapa tanda yang umum dialami antara lain:

  • Mudah merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas berat
  • Sering merasa haus walau sudah cukup minum
  • Sering buang air kecil
  • Nafsu makan meningkat atau sering merasa lapar
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Luka sulit sembuh
  • Rentan mengalami infeksi, termasuk pada kulit dan gusi

Gejala-gejala tersebut terjadi karena tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi secara efektif. Sel-sel tubuh kekurangan energi, sementara kadar gula dalam darah terus meningkat.

Ancaman Komplikasi Serius

Apabila tidak ditangani dengan baik, Diabetes Melitus dapat menimbulkan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular. Komplikasi mikrovaskular meliputi retinopati diabetik (kerusakan retina mata), neuropati diabetik (kerusakan saraf), serta nefropati diabetik (kerusakan ginjal). Sementara itu, komplikasi makrovaskular mencakup penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, hingga ulkus diabetik yang berisiko menyebabkan amputasi.

Hiperglikemia kronis menjadi pemicu utama terjadinya kerusakan organ-organ tersebut. Oleh karena itu, pengendalian kadar gula darah menjadi kunci utama dalam pencegahan komplikasi.

Diabetes Melitus bukan hanya persoalan kadar gula darah tinggi, tetapi juga ancaman jangka panjang terhadap kualitas hidup penderitanya. Deteksi dini melalui pemeriksaan kadar gula darah secara rutin, penerapan pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, serta kepatuhan terhadap pengobatan menjadi cara untuk mencegah komplikasi. (Kementerian Kesehatan/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya