Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
GULA darah memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Secara umum, kadar gula darah normal berada di kisaran 70–100 mg/dL sebelum makan dan kurang dari 180 mg/dL setelah makan. Namun, ketika kadar gula darah melebihi batas normal tersebut, seseorang dapat mengalami hiperglikemia atau gula darah tinggi.
Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, gula darah tinggi merupakan faktor utama pemicu diabetes dan berbagai komplikasi kesehatan lainnya.
Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal, mengetahui langkah pertolongan pertama, serta menerapkan pola hidup pencegahan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Dikutip dari laman Halodoc, berikut gejala gula darah tinggi yang bisa Anda waspadai.
1. Mudah Kelelahan
Gula darah tinggi dapat menimbulkan berbagai gejala yang sering kali dianggap ringan atau diabaikan. Salah satu tanda yang paling umum adalah mudah merasa lelah. Kondisi ini dikenal sebagai kelelahan diabetes, di mana seseorang tetap merasa lemas meskipun sudah cukup tidur, makan dengan baik, dan rutin berolahraga.
Berbagai faktor dapat memicu kelelahan ini, mulai dari efek samping pengobatan, kondisi mental, hingga komplikasi akibat kadar gula darah yang berlebihan.
2. Penglihatan Mata Buram
Penglihatan kabur juga menjadi tanda yang sering muncul. Kadar glukosa yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di mata serta menyebabkan lensa mata membengkak, sehingga penglihatan menjadi buram dan sulit fokus.
Meski demikian, penglihatan kabur tidak selalu disebabkan oleh gula darah tinggi karena bisa juga berkaitan dengan kondisi lain.
3. Mudah Lapar
Ciri berikutnya adalah mudah merasa lapar. Baik pada diabetes tipe 1 maupun tipe 2, ketidakseimbangan kadar glukosa dapat memicu siklus rasa lapar yang terus berulang.
Tubuh kesulitan mengenali rasa kenyang ketika kadar gula darah melonjak, sehingga seseorang cenderung ingin makan lebih sering meskipun kebutuhan energi sebenarnya telah terpenuhi.
4. Gerak Tubuh jadi Lamban
Gula darah tinggi juga dapat membuat tubuh terasa lebih lamban. Lonjakan gula darah memicu peningkatan insulin yang menyebabkan energi tubuh menjadi tidak stabil.
Kondisi ini membuat seseorang mengalami pasang-surut energi, sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih berat dan tubuh mudah lemas.
5. Ingin Makan yang Manis-manis
Tanda lain yang sering muncul adalah keinginan berlebihan terhadap makanan atau minuman manis. Semakin sering seseorang mengonsumsi gula, dorongan untuk mengonsumsinya kembali semakin meningkat.
Kandungan tertentu dalam makanan manis dapat menimbulkan efek ketergantungan, sehingga sulit bagi seseorang untuk mengontrol asupan gula.
6. Berat Bada Turun Drastis
Selain itu, penurunan berat badan secara signifikan tanpa diet atau penyebab medis yang jelas juga patut diwaspadai. Kondisi ini terjadi karena gula tetap berada dalam darah, namun tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Akibatnya, tubuh mulai membakar lemak dan otot untuk memenuhi kebutuhan energi, yang akhirnya menyebabkan berat badan turun secara drastis.
7. Luka Sulit Sembuh
Ciri lainnya adalah luka yang sulit sembuh. Kadar gula darah tinggi dapat merusak saraf dan pembuluh darah, sehingga sirkulasi darah menjadi terganggu. Kondisi ini memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.
Ketika seseorang mulai merasakan tanda-tanda gula darah tinggi, ada beberapa langkah awal yang dapat dilakukan. Memperbanyak konsumsi air putih menjadi langkah awal yang penting karena membantu ginjal membuang kelebihan gula melalui urine sekaligus mencegah dehidrasi.
Melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki, juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Gerakan ringan membantu otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi, sehingga kadar gula darah dapat berangsur menurun.
Pada saat kadar gula darah tinggi, konsumsi makanan yang tinggi gula dan karbohidrat sebaiknya dihindari. Langkah ini bertujuan mencegah lonjakan gula darah yang lebih tinggi.
Bagi penderita diabetes tipe 1, pemeriksaan keton dalam urine perlu dilakukan ketika gula darah meningkat. Hal ini penting untuk mendeteksi risiko ketoasidosis diabetik, yang merupakan kondisi darurat medis. Jika kadar gula darah tetap tinggi atau muncul gejala berat seperti kelelahan ekstrem, kebingungan, atau kesulitan bernapas, bantuan medis harus segera dicari. (Z-1)
Jika tidak dikendalikan, hiperglikemia dapat menimbulkan kerusakan serius pada organ tubuh seperti mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah.
Hiperglikemia atau tingginya kadar gula darah dapat menimbulkan gejala serius seperti sakit kepala, penglihatan kabur, mulut kering, hingga nyeri lambung.
Diabetes terbagi menjadi dua jenis, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Penderita diabetes tipe 1 perlu menjalani pengobatan dengan suntikan insulin, sedangkan individu dengan diabetes tipe 2
KIM Soo-mi, aktris senior Korea Selatan yang terkenal lewat peran komedi, meninggal pada usia 75 tahun, Jumat (25/10).
Peneliti Universitas Bonn temukan manfaat luar biasa diet oat selama dua hari bagi penderita sindrom metabolik. Simak bagaimana oat mengubah bakteri usus dan kesehatan jantung.
Resistensi insulin adalah akar masalah diabetes dan obesitas yang sering tidak terdeteksi. Kenali gejala fisik, penyebab, dan cara memulihkannya secara alami di sini.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Studi terbaru mengungkap diabetes bukan sekadar masalah kesehatan, tapi ancaman bagi GDP dunia. Temukan mengapa pencegahan dini menjadi kunci stabilitas ekonomi.
Pada penderita diabetes, infeksi ini dapat berkembang lebih cepat, sulit disembuhkan, dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani secara tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved