Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Banyak orang mengaitkan kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia langsung dengan diabetes. Namun, kenyataannya, gula darah tinggi tidak selalu berarti seseorang menderita diabetes. Mengutip dari laman Very Well Health, ada sejumlah faktor lain yang bisa membuat kadar gula darah meningkat, bahkan pada orang yang sehat. Mengetahui penyebabnya penting untuk mencegah masalah kesehatan lebih lanjut.
Salah satu penyebab utama gula darah tinggi adalah pola makan tidak sehat. Konsumsi gula dan karbohidrat olahan, seperti roti putih, sereal manis, atau makanan cepat saji, meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, tubuh bisa mengalami resistensi insulin.
Selain itu, kurangnya aktivitas fisik membuat otot tidak efektif menyerap atau menyimpan glukosa, sehingga gula darah mudah naik. Olahraga rutin membantu menurunkan kadar gula karena otot membutuhkan glukosa untuk energi.
Beberapa kondisi medis juga dapat memicu hiperglikemia. Misalnya, sindrom Cushing yang menyebabkan kortisol berlebih sehingga insulin terganggu, penyakit pankreas yang merusak sel penghasil insulin, dan PCOS yang sering menimbulkan resistensi insulin.
Cedera, stres fisik, atau operasi juga meningkatkan hormon stres dan protein inflamasi yang membuat gula darah naik. Infeksi seperti pneumonia atau infeksi saluran kemih pun bisa memicu hiperglikemia sementara.
Beberapa obat, termasuk kortikosteroid, obat imunosupresan, dan vasopresor, dapat menaikkan gula darah. Nutrisi yang diberikan melalui selang atau infus di rumah sakit, yang mengandung larutan gula, juga berisiko menyebabkan hiperglikemia.
Obesitas, yang membuat tubuh sulit menggunakan insulin, menjadi faktor penting. Penyakit gusi, kurang tidur, melewatkan sarapan, dehidrasi, serta konsumsi alkohol atau kafein berlebihan juga bisa meningkatkan gula darah. Bahkan stres mental atau emosional kronis dapat meningkatkan kortisol dan menghambat insulin, sehingga gula darah naik.
Dengan memahami berbagai faktor penyebab gula darah tinggi, masyarakat bisa lebih waspada. Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, cukup tidur, dan mengelola stres adalah langkah penting. Gula darah tinggi tidak selalu berarti diabetes, tetapi tetap perlu dipantau untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Sumber: Very Well Health.
Mengenali tanda-tanda awal gula darah tinggi, mengetahui langkah pertolongan pertama, serta menerapkan pola hidup pencegahan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Risiko metabolisme tubuh juga perlu diwaspadai dari tingginya kadar gula darah. Selain resistensi insulin, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan komplikasi serius
Latihan kekuatan atau angkat beban dapat memberikan manfaat yang lebih besar daripada olahraga lari, khususnya dalam mengontrol gula darah dan mengurangi lemak tubuh.
Gula darah atau glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh manusia. Glukosa berasal dari makanan yang kita konsumsi setiap hari, terutama dari karbohidrat.
Jika tidak dikendalikan, hiperglikemia dapat menimbulkan kerusakan serius pada organ tubuh seperti mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved