Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Sari Lemon Mampu Tekan Lonjakan Gula Darah Hingga 30 Persen

Thalatie K Yani
17/2/2026 13:32
Sari Lemon Mampu Tekan Lonjakan Gula Darah Hingga 30 Persen
Ilustrasi(freepik)

SEBUTIR lemon mungkin terlihat sederhana, namun penelitian terbaru menunjukkan perasan sarinya mampu memberikan dampak signifikan bagi kesehatan metabolisme. Sebuah studi yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition mengungkapkan sari lemon dapat memangkas lonjakan gula darah setelah makan roti putih hingga 30% dan menunda puncaknya selama lebih dari setengah jam.

Penelitian yang dipimpin oleh Daniela Freitas, Ph.D., dari University of Paris-Saclay, mendokumentasikan relawan yang mengonsumsi roti putih bersama sari lemon mengalami kenaikan glukosa yang jauh lebih lambat dibandingkan mereka yang hanya minum air putih.

Bagaimana Lemon Memperlambat Pencernaan?

Fenomena ini terjadi karena tingkat keasaman lemon mulai bekerja bahkan sebelum makanan mencapai perut. Enzim alfa-amilase dalam air liur, yang bertugas memecah pati di mulut, melambat saat kondisi rongga mulut menjadi asam.

Akibatnya, potongan pati yang tiba di usus tetap dalam ukuran besar, sehingga proses glukosa masuk ke aliran darah menjadi lebih lambat. "Alih-alih melonjak cepat dalam waktu sekitar 40 menit, kadar glukosa baru mencapai puncaknya mendekati 80 menit," tulis laporan tersebut. Jeda waktu ini memberi kesempatan bagi insulin untuk bekerja lebih efektif tanpa membuat sel-sel tubuh "panik" akibat banjir gula yang mendadak.

Peran Serat dan Pemindaian Lambung

Hasil pemindaian lambung menunjukkan volume cairan lambung meningkat sekitar 1,5 kali lipat dalam 30 menit setelah mengonsumsi air lemon. Hal ini menandakan lemon memicu sekresi tambahan selama pencernaan yang mempercepat pengosongan lambung, meskipun proses penyerapan gulanya tetap melambat.

Selain asam, penggunaan lemon utuh (termasuk bulir dan kulit) memberikan manfaat lebih berkat serat larutnya. Serat ini membentuk gel yang mengental selama proses pencernaan, yang secara bertahap memperlambat keluarnya karbohidrat dari lambung menuju usus.

Tips Konsumsi dan Peringatan Medis

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, para ahli menyarankan agar lemon dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung pati (karbohidrat). Anda bisa memeras lemon ke dalam air hangat atau mencampurkan parutan kulitnya ke dalam salad dan yogurt. Namun, hindari penambahan madu atau gula agar manfaat penurunan glukosa tidak hilang.

Meski bermanfaat, para peneliti memberikan beberapa catatan penting:

  • Kesehatan Gigi: Sifat asam lemon dapat merusak enamel gigi. Disarankan untuk meminumnya bersama makanan guna membatasi waktu paparan asam di mulut.
  • Bukan Pengganti Obat: Efek lemon tidak dapat menghapus kebutuhan akan obat-obatan bagi penderita diabetes yang kondisinya sulit terkendali.
  • Masalah Pencernaan: Bagi penderita asam lambung (reflux), konsumsi sitrus mungkin bisa memperburuk gejala.

Penelitian ini memberikan harapan baru bahwa perubahan kecil dalam pola makan dapat membantu mengelola profil gula darah harian dengan lebih baik. Namun, uji coba yang lebih luas pada pengidap diabetes tetap diperlukan untuk menetapkan kebiasaan yang paling aman dan efektif secara medis. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik