Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
LATIHAN fisik seperti lari sudah lama dikenal sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan, terutama bagi penderita diabetes dan mereka yang berisiko mengalami obesitas. Namun, mengutip dari laman Virginia Tech, studi menunjukkan bahwa latihan kekuatan atau angkat beban dapat memberikan manfaat yang lebih besar daripada olahraga lari, khususnya dalam mengontrol gula darah dan mengurangi lemak tubuh.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sport and Health Science ini membandingkan efek olahraga ketahanan seperti berlari dengan latihan beban pada tikus yang diberi diet tinggi lemak, model yang sering digunakan untuk mempelajari obesitas dan diabetes tipe 2.
Tim peneliti yang dipimpin Zhen Yan menemukan bahwa kedua jenis olahraga ini memang membantu tubuh mengurangi kelebihan gula dalam darah. Namun, latihan beban menunjukkan hasil yang lebih optimal, terutama dalam beberapa aspek berikut:
Resistensi insulin merupakan salah satu pemicu utama diabetes tipe 2. Karena itu, temuan ini menjadi kabar baik bagi penderita diabetes atau orang yang ingin mencegahnya.
Menurut Yan, temuan ini penting karena tidak semua orang mampu melakukan olahraga ketahanan seperti lari akibat kondisi fisik tertentu. Latihan beban dapat menjadi alternatif yang sama efektifnya, bahkan lebih dalam beberapa aspek.
“Latihan kekuatan memberikan manfaat anti-diabetes yang setara (dengan lari), bahkan bisa lebih baik,” ujar Yan dikutip dari laman yang sama.
Meski latihan beban menunjukkan keunggulan, kombinasi latihan aerobik dan latihan kekuatan tetap paling ideal untuk kesehatan secara keseluruhan. Latihan fisik membantu menurunkan berat badan, memperbaiki tekanan darah, serta meningkatkan kualitas hidup. (Z-1)
Mengenali tanda-tanda awal gula darah tinggi, mengetahui langkah pertolongan pertama, serta menerapkan pola hidup pencegahan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Banyak orang mengaitkan kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia langsung dengan diabetes. Namun, kenyataannya ada faktor lain.
Risiko metabolisme tubuh juga perlu diwaspadai dari tingginya kadar gula darah. Selain resistensi insulin, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan komplikasi serius
Gula darah atau glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh manusia. Glukosa berasal dari makanan yang kita konsumsi setiap hari, terutama dari karbohidrat.
Jika tidak dikendalikan, hiperglikemia dapat menimbulkan kerusakan serius pada organ tubuh seperti mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah.
Anak-anak belum perlu melakukan latihan angkat beban karena otot dan tulang mereka masih dalam masa pertumbuhan.
Latihan angkat beban seperti bench press menjadi salah satu pemicu utama robekan otot pektoralis mayor (otot dada besar). Cedera ini paling sering menimpa pria aktif berusia 20-40 tahun.
Latihan beban atau latihan kekuatan, tidak hanya memberi manfaat pada kesehatan otot dan tulang, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan otak.
Dalam artikel ini, berikut semua dasar yang lansia butuhkan untuk memahami angkat beban dan latihan kekuatan sangat penting seiring bertambahnya usia dan cara aman memulainya.
Artikel ini menguraikan metode terbaik untuk merawat dan memperkuat tendon, mulai dari latihan khusus hingga nutrisi yang tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved