Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENURUT seorang ahli kedokteran olahraga, melakukan aktivitas fisik seperti mengangkat beban dapat membantu meningkatkan kondisi kesehatan bagi individu yang mengidap diabetes.
"Dengan berolahraga, kita dapat memperbesar massa otot dan meningkatkan sensitivitas otot terhadap insulin, sehingga insulin lebih efektif diserap oleh tubuh," kata dAndhika Raspati, dikutip dari Antara, Jumat (17/5).
Dia menjelaskan bahwa diabetes terjadi ketika kadar insulin dalam darah meningkat karena tidak dapat diserap oleh organ-organ tubuh. Dengan melakukan aktivitas fisik, otot tubuh berkembang dan bekerja lebih efisien, sehingga gula darah lebih mudah diserap.
Baca juga : Konsumsi 6 Air Rebusan Ini Ampuh Turunkan Gula Darah
Bagi penderita diabetes, latihan angkat beban dapat dimulai dengan beban yang ringan, seperti mengangkat barbell seberat satu atau dua kilogram, atau melakukan push-up di tembok.
"Anda tidak perlu mengangkat beban yang terlalu berat, cukup menggunakan dumbbell ringan. Ini penting karena kebanyakan penderita diabetes tidak terbiasa berolahraga, sehingga harus dimulai dengan intensitas yang rendah dan ditingkatkan secara bertahap," tambahnya.
Andhika juga membagikan pengalaman menangani pasien berusia lanjut yang melakukan latihan kardio dengan menggunakan botol air mineral, sebagai alternatif untuk membentuk otot sesuai dengan kondisi pasien.
Baca juga : Diabetes Tipe 1, Tipe Diabetes yang Paling Banyak Dialami Anak Indonesia
"Latihan harus secara bertahap meningkatkan beban, misalnya dari dua kilogram bulan ini menjadi tiga atau empat kilogram bulan depan," katanya.
Selain itu, penderita diabetes juga bisa melakukan aktivitas ringan seperti jalan santai, berenang, dan bersepeda. Untuk meningkatkan efektivitas, fokus latihan diberikan pada otot yang besar terlebih dahulu, seperti otot kaki, bokong, dan punggung.
Terkait kemungkinan pasien diabetes dapat mengurangi konsumsi obat setelah rutin berolahraga, Andhika menyatakan bahwa hal tersebut memang mungkin terjadi, tetapi bergantung pada gaya hidup dan disiplin masing-masing individu dalam menjalani olahraga dan pola makan sehari-hari.
Baca juga : Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia Sudah Capai 19,5 Juta Orang
"Beberapa orang mungkin tidak konsisten dalam hal ini. Jadi, apakah mereka dapat berhenti mengonsumsi obat atau tidak, tergantung pada kondisi individu masing-masing. Namun, setidaknya dosis obat dapat dikurangi karena dampak positif dari olahraga," paparnya. (Z-10)
Baca juga : Berjalan Kaki Selama 5 Menit Setiap Setengah Jam Baik untuk Kesehatan
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Karbohidrat tetap menjadi elemen krusial bagi tubuh sebagai sumber energi utama, terutama saat berolahraga di tengah kondisi berpuasa.
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Minat masyarakat Bandung terhadap olahraga raket terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
Laporan medis terbaru menunjukkan lonjakan kasus diabetes tipe 2 yang signifikan pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun.
Studi terbaru pada tikus mengungkap diet keto jangka panjang dapat memicu kerusakan pankreas dan hati meski berat badan tetap stabil. Simak risikonya.
Fenomena maraknya makanan dan minuman yang viral di media sosial seringkali memunculkan perasaan Fear of Missing Out (FOMO), terutama pada kalangan Gen Z.
Banyak yang bertanya, “Jika orang tua saya menderita diabetes, apakah saya juga akan mengalaminya?” Jawabannya: belum tentu.
DIABETES Mellitus Tipe 1 sering ditemukan pada anak-anak. Diabetes Melitus tipe 1 adalah suatu kondisi autoimun yang menyebabkan kerusakan sel beta pankreas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved