Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Banyak yang bertanya, “Jika orang tua saya menderita diabetes, apakah saya juga akan mengalaminya?” Jawabannya: belum tentu. Risiko memang meningkat, tetapi Anda tetap bisa mencegahnya dengan gaya hidup sehat dan konsisten.
Diabetes melitus (kencing manis) adalah penyakit metabolik dengan kadar gula darah tinggi. Ada dua tipe utama:
Insulin berfungsi mengangkut gula dari darah ke organ tubuh. Jika fungsi ini terganggu, gula darah menumpuk dan menimbulkan komplikasi.
Riwayat keluarga menjadi salah satu faktor risiko utama.
Jika kedua orang tua mengidap diabetes, peluang Anda terkena bisa mencapai 50%. Namun, faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup juga berperan besar.
Pilih asupan seimbang: karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Perbanyak makanan berserat seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
Kurangi makanan manis, terutama dengan pemanis buatan. Tanpa olahraga, gula darah yang berlebih akan disimpan sebagai lemak dan memicu resistensi insulin.
Perokok memiliki risiko diabetes hingga 50% lebih tinggi dibandingkan nonperokok. Konsumsi alkohol berlebihan juga memperbesar risiko.
Dengan langkah kecil namun konsisten, makan sehat, rutin bergerak, dan menghindari rokok serta alkohol, Anda bisa menekan risiko diabetes meski memiliki riwayat keluarga. (KlikDokter, Halodoc/Z-10)
Mekanisme antidiabetes Annona muricata L. diduga terjadi melalui beberapa jalur, di antaranya menghambat Penyerapan Karbohidrat,
Penyebab diabetes bisa datang dari mana saja, bahkan hal-hal sederhana yang rutin dilakukan setiap hari seperti penggunaan gawai atau gadget.
Kesalahan umum lain yang sering dilakukan banyak orang adalah mengabaikan gejala awal diabetes. Tanda-tanda penyakit ini sering muncul perlahan dan dianggap remeh.
DI tengah kesibukan dan gaya hidup serba cepat, banyak orang tidak menyadari bahwa sejumlah kebiasaan kecil dalam keseharian dapat memicu munculnya diabetes.
Perluasan akses penanganan diabetes perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Tercatat tahun 2024 ada sekitar 28.559 orang mengidap penyakit diabetes, sedangkan di tahun 2025 ini di perkirakan mencapai 30 ribu orang.
Mengontrol kadar gula darah adalah bagian penting dari perawatan diabetes. Karena banyaknya efek samping dari obat diabetes, metformin.
DIABETES memberikan dampak buruk pada tubuh, salah satunya membuat badan menjadi kurus. Akan tetapi, apakah kurus karena diabetes atau sakit kecing manis, badan bisa gemuk kembali?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved