Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Retinopati diabetik (DR), komplikasi serius dari diabetes melitus, terus meningkat secara global. Penyebab utamanya adalah peradangan kronis dan stres oksidatif, yang memicu peningkatan TNF-α dan VEGF, dua faktor yang memperparah kerusakan retina.
Terapi anti-VEGF memang efektif, tetapi biayanya tinggi dan efektivitas jangka panjangnya masih terbatas. Kini, harapan baru datang dari pendekatan fitoterapi menggunakan ekstrak daun Macaranga tanarius (MT).
Daun MT mengandung senyawa aktif seperti quercetin, naringenin, dan kaempferol yang dikenal memiliki efek antiinflamasi dan antidiabetik.
Dalam sebuah studi eksperimental pada 25 ekor tikus Wistar, pemberian ekstrak MT dosis tinggi (1,92 gram per kilogram berat badan) menghasilkan:
Hasil ini menunjukkan efektivitas MT dalam menekan inflamasi dan pembentukan pembuluh darah abnormal, dua mekanisme utama pada retinopati diabetik.
Meskipun hasilnya menjanjikan, penelitian lanjutan dan uji klinis pada manusia tetap diperlukan sebelum penggunaan secara luas di dunia medis.
Kesimpulan: Macaranga tanarius memiliki potensi kuat sebagai kandidat fitofarmaka dalam pengelolaan komplikasi diabetes. (Universitas Airlangga/Z-10)
Mekanisme antidiabetes Annona muricata L. diduga terjadi melalui beberapa jalur, di antaranya menghambat Penyerapan Karbohidrat,
Penyebab diabetes bisa datang dari mana saja, bahkan hal-hal sederhana yang rutin dilakukan setiap hari seperti penggunaan gawai atau gadget.
Kesalahan umum lain yang sering dilakukan banyak orang adalah mengabaikan gejala awal diabetes. Tanda-tanda penyakit ini sering muncul perlahan dan dianggap remeh.
DI tengah kesibukan dan gaya hidup serba cepat, banyak orang tidak menyadari bahwa sejumlah kebiasaan kecil dalam keseharian dapat memicu munculnya diabetes.
Perluasan akses penanganan diabetes perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Tercatat tahun 2024 ada sekitar 28.559 orang mengidap penyakit diabetes, sedangkan di tahun 2025 ini di perkirakan mencapai 30 ribu orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved