Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Latihan angkat beban seperti bench press menjadi salah satu pemicu utama robekan otot pektoralis mayor (otot dada besar). Cedera ini paling sering menimpa pria aktif berusia 20-40 tahun, terutama ketika otot mengalami kontraksi mendadak dengan beban berlebihan.
Dilansir dari prohealthclinic.co.uk, otot pektoralis mayor berbentuk kipas yang membentang di bagian depan dada, berasal dari tulang selangka dan tulang dada, lalu melekat pada tulang lengan atas.
Otot ini berperan penting dalam:
Karena ukurannya yang besar dan fungsinya yang vital, otot dada ini rentan cedera bila dipaksa bekerja melebihi kapasitas.
Robekan otot terjadi saat serat otot meregang terlalu jauh atau putus. Faktor pemicu paling umum adalah:
Cedera pektoralis mayor bisa bervariasi:
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
Gejala lebih parah bila robekan terjadi pada tendon, bukan sekadar serat otot.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik serta meninjau riwayat medis pasien. Untuk memastikan kondisi, digunakan pencitraan seperti:
Metode ini membantu melihat lokasi cedera, tingkat robekan (parsial, total, atau avulsi tendon).
Cedera pektoralis mayor tidak hanya mengganggu performa olahraga, tetapi juga aktivitas sehari-hari. Agar terhindar dari cedera saat latihan angkat beban, perhatikan tips berikut:
Angkat beban memang bermanfaat untuk membangun kekuatan otot, namun bila tidak hati-hati bisa memicu robekan otot dada. Pastikan selalu menjaga teknik, memilih beban sesuai kemampuan, dan berhenti segera bila muncul rasa nyeri. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved