Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak konsultan endokrinologi dr. Frida Soesanti, SpA, Subs Endo(K), PhD mengemukakan olahraga angkat beban pada anak disarankan bisa dilakukan setelah selesai masa pubertas.
Dokter yang tergabung dalam anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu, menjelaskan anak-anak belum perlu melakukan latihan angkat beban karena otot dan tulang mereka masih dalam masa pertumbuhan.
"Kalau anak-anak belum waktunya angkat beban, enggak ada otot yang mau dibentuk. Angkat beban itu biasanya kita akan perbolehkan setelah
dia selesai pubertas, which is semuanya udah selesai artinya ada pertumbuhan tulangnya yang sudah selesai," kata ;Frida dalam
diskusi kesehatan, Selasa (21/10).
Kepala Divisi Endrokrinologi Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta itu menjelaskan pada usia anak-anak dan remaja yang belum pubertas terutama kadar hormon testosteron pada anak laki-laki belum cukup tinggi untuk membentuk otot.
Selain belum efektif membentuk otot, lanjut Frida, olahraga latihan angkat beban itu juga dikhawatirkan berisiko menimbulkan cedera pada bagian tulang yang disebut lempeng epifisis yang berfungsi mendukung pertumbuhan tulang pada anak.
Sebab, jika bagian ini rusak, mengganggu pertumbuhan tulang dan memengaruhi tinggi badannya.
"Untuk angkat beban, kita tidak menganjurkan untuk anak-anak yang masih sedang bertumbuh, bertambah tinggi. Kalau masih anak-anak 11-12 tahun laki-laki belum ada banyak testosteronnya, apa yang mau dibentuk (otot). Berisiko mencederai lempeng pertumbuhan, anak bisa tumbuh kalau lempeng pertumbuhannya masih terbuka," ujar Frida.
Frida menjelaskan bahwa aktivitas fisik seperti olahraga diperlukan sebagai tekanan mekanik (mechanical force) akan membantu untuk meningkatkan kekuatan tulang.
Menurut dia, pada anak-anak maupun remaja olahraga yang dianjurkan adalah yang bisa memberikan beban yang berulang repetitif terhadap tulang dan otot.
Misalnya, olahraga lari terdapat beban dari ujung kepala sampai ujung kaki, itu merupakan dalam salah satu bentuk olahraga yang bisa membantu meningkatkan kekuatan tulang. Kemudian, olahraga tenis ada beban di tangan karena mengayunnya dan ada larinya.
"Olahraga dengan gym yang untuk beban gitu, latihan beban, bukan itu yang kita minta, tapi adalah ada beban yang berulang repetitif, yang kaya tennis, lari, nge-dance, itu salah satu yang akan membantu untuk meningkatkan kekuatan tulang," jelasnya. (Ant/Z-1)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Waktu pubertas ternyata berpengaruh besar terhadap penuaan dan risiko penyakit terkait usia.
Banyak orang tua lupa memeriksakan kesehatan remaja secara rutin. Padahal, masa remaja rentan terhadap masalah pubertas
Salah satu ciri utama pubertas pada perempuan adalah datangnya menstruasi, atau yang sering dikenal sebagai haid. Ini merupakan proses alami dalam sistem reproduksi wanita.
Paparan cahaya biru dari perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, laptop, dan televisi kini menjadi perhatian utama dalam perkembangan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved