Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Meski masa remaja merupakan periode krusial dalam tumbuh kembang anak, banyak orang tua justru lalai memeriksakan kesehatan remaja secara rutin. Padahal, berbagai masalah kesehatan seperti pubertas, anemia, obesitas, hingga infeksi kronik seperti tuberkulosis bisa muncul tanpa gejala yang jelas.
Hal ini diungkapkan oleh dr. Mulki Angela, dokter spesialis anak RSU Bunda Jakarta, yang mengingatkan pentingnya deteksi dini demi menjaga kualitas hidup remaja. Masa remaja merupakan fase penting dalam proses tumbuh kembang anak yang perlu mendapatkan perhatian medis secara berkala.
Menurut dr. Mulki, remaja adalah kelompok usia 10 hingga 18/19 tahun, sebagaimana dikategorikan oleh WHO dan UNICEF sebagai bagian dari populasi anak (0–19 tahun). Di usia ini, banyak orang tua menganggap anaknya sudah cukup sehat dan jarang menunjukkan keluhan, sehingga pemeriksaan rutin sering terabaikan.
“Waktu masih bayi atau balita, orang tua biasanya sangat rutin membawa anak ke dokter atau puskesmas. Namun saat sudah memasuki usia remaja, kontrol kesehatan jadi jarang dilakukan karena dianggap sehat-sehat saja,” jelas dr. Mulki melalui kanal YouTube RS Bunda Group, Sabtu (12/7).
Padahal, lanjutnya, usia remaja adalah masa transisi penting menuju dewasa, yang ditandai dengan perubahan fisik dan hormon. Pubertas dimulai pada usia 8 tahun bagi perempuan, dengan tanda seperti menstruasi dan pertumbuhan payudara. Sementara pada laki-laki, pubertas biasanya ditandai dengan pembesaran testis di usia sekitar 9 tahun.
“Menstruasi pertama pada remaja perempuan rata-rata terjadi di usia 13 tahun. Sedangkan pada laki-laki, ejakulasi pertama atau mimpi basah biasanya muncul di usia 14 tahun,” paparnya.
Selain perubahan fisik, remaja juga menghadapi tantangan kognitif, psikososial, serta tekanan dari lingkungan keluarga, sekolah, dan pertemanan. Oleh karena itu, peran orang tua dan tenaga medis sangat penting dalam memastikan tumbuh kembang remaja berjalan optimal.
Masalah kesehatan yang sering dialami remaja antara lain:
Dr. Mulki menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin seharusnya tetap dilakukan pada anak usia remaja, meskipun mereka tampak sehat. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan yang mungkin tidak terlihat secara kasat mata.
“Remaja punya potensi risiko yang tak kalah besar dibanding anak-anak. Orang tua perlu lebih sadar dan proaktif dalam mengawasi kesehatan anak mereka di masa remaja,” tutupnya. (Z-10)
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Psikolog klinis ungkap alasan remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial. Ternyata terkait pencarian identitas dan hormon dopamin.
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Remaja yang aktif melaporkan kebaikan tercatat lima kali lebih empati, lima kali lebih prososial, dan hampir empat kali lebih tinggi dalam kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Banyak yang salah kaprah! Dokter spesialis anak jelaskan perbedaan stunting dan stunted (pendek). Kenali penyebab gizi kronis vs faktor genetik di sini.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Screen time yang tidak tepat dinilai dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara signifikan.
Vitamin A merupakan zat esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, pemantauan kadar vitamin ini masih menjadi tantangan di Indonesia.
Sebanyak lima keluarga terpilih melalui mekanisme pengumpulan poin dan partisipasi dalam program Nutrilon Royal Squad 2025 berkesempatan mengikuti perjalanan edukatif ke Hong Kong.
Lilla, platform mom and baby dalam ekosistem Social Bella Indonesia, mengembangkan pendekatan berbasis tahapan peran ibu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved