Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
APAKAH kamu pernah melihat remaja laki-laki yang payudaranya membesar? Apakah hal tersebut berbahaya? Dokter Spesialis Anak menjelaskan hal tersebut.
"Sekitar 50% dari remaja laki-laki ketika memasuki usia puber, bisa mengalami pembesaran payudara atau disebut dengan ginekomastia," kata dr. Devie Kristiani, Sp.A (K) melalui akun Instagram pribadinya @dr.deviekristiani.
"Hal ini disebabkan karena perubahan hormonal dalam tubuhnya ketika memasuki usia puber," lanjutnya.
Baca juga : Ini Manfaat Susu Kambing untuk Pertumbuhan Remaja
Ginekomastia merupakan kondisi yang menyebabkan terjadi pembesaran pada jaringan payudara pada pria. Masalah tersebut dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon testosteron dan estrogen. Ginekomastia tidak bersifat kanker.
Biasanya hal tersebut tidak berbahaya dan akan mengecil dengan sendirinya setelah 2 tahun. Namun, dr Devie memperingatkan anak perlu diperiksakan ke dokter apabila payudara tidak mengecil setelah 2 tahun.
"Atau apabila ada gangguan psikologis akibat payudara membesar atau apabila ada tanda lain seperti tanda radang atau infeksi (merah, bengkak, nyeri, atau demam)," papar dr Devie. (M-4)
Kasus rawat inap gangguan makan pada pria melonjak hingga 416%. Simak penjelasan ahli mengenai pemicu sosial media dan gejala yang sering terabaikan.
Beberapa tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker penis, serta kanker orofaring.
Perempuan memiliki respons lebih baik terhadap penggunaan sistem kesehatan digital kombinasi aplikasi kesehatan dengan monitor tekanan darah Bluetooth dibandingkan laki-laki.
Bagi perempuan, penurunan gairah seks setelah usia 50 tahun sangat berkaitan dengan fase menopause.
Keterlibatan remaja sejak awal menjadi fondasi utama Gerakan RAW termasuk dalam merumuskan nama, nilai, dan arah strategis yang mencerminkan suara dan kebutuhan mereka.
Sebanyak 12% remaja laki-laki usia 12–19 tahun merupakan perokok aktif, sementara 24% menggunakan rokok elektronik.
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Psikolog klinis ungkap alasan remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial. Ternyata terkait pencarian identitas dan hormon dopamin.
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Remaja yang aktif melaporkan kebaikan tercatat lima kali lebih empati, lima kali lebih prososial, dan hampir empat kali lebih tinggi dalam kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved