Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
APAKAH kamu pernah melihat remaja laki-laki yang payudaranya membesar? Apakah hal tersebut berbahaya? Dokter Spesialis Anak menjelaskan hal tersebut.
"Sekitar 50% dari remaja laki-laki ketika memasuki usia puber, bisa mengalami pembesaran payudara atau disebut dengan ginekomastia," kata dr. Devie Kristiani, Sp.A (K) melalui akun Instagram pribadinya @dr.deviekristiani.
"Hal ini disebabkan karena perubahan hormonal dalam tubuhnya ketika memasuki usia puber," lanjutnya.
Baca juga : Ini Manfaat Susu Kambing untuk Pertumbuhan Remaja
Ginekomastia merupakan kondisi yang menyebabkan terjadi pembesaran pada jaringan payudara pada pria. Masalah tersebut dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon testosteron dan estrogen. Ginekomastia tidak bersifat kanker.
Biasanya hal tersebut tidak berbahaya dan akan mengecil dengan sendirinya setelah 2 tahun. Namun, dr Devie memperingatkan anak perlu diperiksakan ke dokter apabila payudara tidak mengecil setelah 2 tahun.
"Atau apabila ada gangguan psikologis akibat payudara membesar atau apabila ada tanda lain seperti tanda radang atau infeksi (merah, bengkak, nyeri, atau demam)," papar dr Devie. (M-4)
Kasus rawat inap gangguan makan pada pria melonjak hingga 416%. Simak penjelasan ahli mengenai pemicu sosial media dan gejala yang sering terabaikan.
Beberapa tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker penis, serta kanker orofaring.
Perempuan memiliki respons lebih baik terhadap penggunaan sistem kesehatan digital kombinasi aplikasi kesehatan dengan monitor tekanan darah Bluetooth dibandingkan laki-laki.
Bagi perempuan, penurunan gairah seks setelah usia 50 tahun sangat berkaitan dengan fase menopause.
Keterlibatan remaja sejak awal menjadi fondasi utama Gerakan RAW termasuk dalam merumuskan nama, nilai, dan arah strategis yang mencerminkan suara dan kebutuhan mereka.
Sebanyak 12% remaja laki-laki usia 12–19 tahun merupakan perokok aktif, sementara 24% menggunakan rokok elektronik.
Remaja yang aktif melaporkan kebaikan tercatat lima kali lebih empati, lima kali lebih prososial, dan hampir empat kali lebih tinggi dalam kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Sepeda motor hasil rampokan tersebut sempat dipasarkan melalui media sosial (marketplace) sebelum akhirnya berhasil disita polisi sebagai barang bukti.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Upaya pencegahan bunuh diri pada remaja dinilai perlu dimulai dari penguatan “jaring pengaman” di lingkungan terdekat, terutama sekolah dan keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved