Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kapan Manusia Tumbuh Paling Cepat? Bukan Saat Remaja, Ini Faktanya! 

Thalatie K Yani
24/12/2025 10:00
Kapan Manusia Tumbuh Paling Cepat? Bukan Saat Remaja, Ini Faktanya! 
Ilustrasi(freepik)

PARA orangtua sering kali terkejut melihat celana jeans anak remaja mereka tiba-tiba menggantung di atas mata kaki hanya dalam hitungan bulan. Lonjakan pertumbuhan remaja memang terasa sangat pesat, dengan penambahan tinggi badan mencapai 10-13 sentimeter dalam satu tahun. Namun, benarkah itu periode pertumbuhan tercepat manusia?

Secara mengejutkan, jawabannya adalah tidak. Lonjakan pertumbuhan remaja ternyata hanyalah periode tercepat kedua dalam hidup kita.

"Kami telah melacak pertumbuhan anak-anak dari lahir hingga dewasa, dan periode pertumbuhan tercepat jelas terjadi pada beberapa tahun pertama masa bayi," ujar Sean Cumming, profesor di Departemen Kesehatan Universitas Bath, Inggris, kepada Live Science.

Kecepatan Pertumbuhan Bayi yang Luar Biasa

Bayi dapat menambah tinggi badan hampir 30 sentimeter dalam setahun. Angka ini dua kali lipat lebih cepat dibandingkan lonjakan pertumbuhan remaja yang paling dramatis sekalipun.

Adam Baxter-Jones, profesor di University of Saskatchewan, Kanada, menambahkan fakta menarik lainnya. Pada usia 18 bulan, anak perempuan biasanya sudah mencapai 50% dari tinggi dewasa mereka. Sementara anak laki-laki mencapai titik 50% tersebut pada usia 24 bulan.

Setelah masa bayi yang pesat, pertumbuhan akan melambat menjadi sekitar 5 hingga 6 sentimeter per tahun hingga masa pubertas tiba. Barulah saat pubertas, manusia mengalami lonjakan kecepatan kedua, dengan rata-rata 9 sentimeter per tahun untuk perempuan dan 10 sentimeter untuk laki-laki.

Mengapa Laki-laki Cenderung Lebih Tinggi?

Perbedaan tinggi rata-rata antara pria dan perempuan dipengaruhi intensitas dan durasi pubertas. Anak laki-laki biasanya memulai pubertas dua tahun lebih lambat dibanding perempuan, sehingga mereka memiliki waktu lebih lama untuk tumbuh.

"Anak laki-laki biasanya memiliki lonjakan pertumbuhan yang sedikit lebih intens. Itu karena mereka memproduksi lebih banyak hormon pertumbuhan, tetapi juga testosteron, yang berkontribusi pada panjang tulang," jelas Cumming.

Risiko di Balik Pertumbuhan Cepat

Meski terlihat mengesankan, pertumbuhan yang terlalu cepat memiliki risiko fisik. Tulang manusia tumbuh terlebih dahulu, namun membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan untuk mengalami mineralisasi atau pengerasan.

"Tulang Anda tumbuh, lalu mengalami mineralisasi. Ada jeda sekitar sembilan bulan di sana. Tingkat patah tulang tertinggi terjadi selama lonjakan pertumbuhan remaja tersebut," kata Baxter-Jones.

Selain tulang, otot dan tendon juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan rangka yang memanjang. Hal ini sering menyebabkan cedera pada tumit, lutut, dan punggung bawah, terutama pada remaja yang aktif berolahraga.

Efek pada Bentuk Tubuh

Pertumbuhan manusia terjadi dari luar ke dalam. Bagian kaki dan tangan akan memanjang terlebih dahulu, disusul lengan dan kaki, baru kemudian batang tubuh. Inilah alasan mengapa remaja di awal pubertas sering terlihat canggung dengan tangan dan kaki yang tampak sangat panjang.

Pada akhirnya, tinggi badan dewasa seseorang sangat bergantung pada genetika. Meskipun ada kondisi langka seperti gigantisme yang menyebabkan pertumbuhan berlebih, tetap tidak ada yang bisa mengalahkan kecepatan luar biasa saat kita masih bayi. Masa di mana kita tumbuh paling cepat namun terlalu muda untuk mengingatnya. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik