Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMPERINGATI Hari Internet Aman Sedunia, 10 Februari lalu, Meta, melalui platform Facebook dan Instagram, membagikan panduan strategis bagi orangtua dalam menjaga keamanan remaja di ruang digital.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
Dalam siaran persnya, raksasa teknologi ini menggarisbawahi pentingnya kombinasi antara pemanfaatan fitur keamanan bawaan dan komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak.
"Aktivitas remaja Anda di media sosial kini sudah dilengkapi perlindungan bawaan, mulai dari siapa yang bisa menghubungi mereka, konten apa yang mereka lihat, hingga bagaimana mereka menghabiskan waktu dengan gawai dan internet," tulis Meta.
1. Bangun Ketertarikan pada Dunia Mereka
Langkah pertama dimulai dengan sikap proaktif namun santai. Orangtua disarankan untuk tetap "kepo" atau menaruh minat pada apa yang disukai remaja di internet, mulai dari komunitas hingga hobi baru.
Diskusi terbuka mengenai hal-hal yang mereka sukai akan membuat remaja lebih nyaman untuk bercerita mengenai aktivitas daring mereka tanpa merasa dihakimi.
2. Komunikasi Dua Arah yang Hangat
Membangun kepercayaan adalah fondasi utama. Meta menyarankan orangtua untuk berdiskusi dari hati ke hati mengenai etika berinternet, seperti cara merespons pesan dari orang asing hingga kapan waktu yang tepat untuk beristirahat dari media sosial.
Percakapan jujur ini membantu anak memahami batasan tanpa merasa diawasi secara ketat.
3. Optimalkan Fitur Perlindungan Otomatis
Bagi pengguna di bawah 18 tahun, Meta telah menyediakan fitur Akun Remaja yang aktif secara otomatis. Fitur ini memiliki proteksi berlapis:
4. Manajemen Waktu Layar (Screen Time)
Kesehatan mental remaja sangat bergantung pada durasi penggunaan gawai. Meta menyediakan fitur pengingat istirahat setiap 60 menit dan Mode Tidur yang aktif otomatis pukul 22.00 hingga 07.00.
Selama mode ini, notifikasi akan dimatikan dan balasan otomatis akan dikirimkan. Orang tua juga dapat menggunakan fitur pengawasan untuk memblokir akses pada jam-jam krusial, seperti waktu belajar atau makan bersama.
5. Jaga Relevansi Diskusi
Kebutuhan perlindungan anak usia 13 tahun tentu berbeda dengan usia 16 tahun. Orangtua didorong untuk terus memperbarui pengetahuan mereka melalui Family Center Education Hub.
Meta mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat, namun figur orangtua tetaplah yang utama.
"Pengaruh yang paling kuat tetaplah diri Anda sendiri sebagai orang tua. Terus ajak remaja Anda ngobrol, tetap kepo dengan dunia mereka, dan jadilah orang pertama yang mereka datangi saat ada sesuatu yang membuat mereka merasa tidak nyaman di internet," tutup Meta. (Ant/Z-1)
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
BNPT mencatat 230 donatur aktif mendukung kelompok teroris dari 2023-2025, dengan pendanaan mencapai Rp5 miliar.
Puncak popularitas Lincoln’s Rock di Blue Mountains berujung penutupan. Ribuan turis menyerbu demi meniru foto Jennie Blackpink, memicu kekhawatiran keamanan dan lingkungan.
Media Talk 2026 sangat relevan dengan peran BSKDN sebagai lembaga think tank Kemendagri yang bertugas menyusun dan merumuskan rekomendasi strategi kebijakan
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
Kombinasi gerakan mengayun dan suara mesin kendaraan bekerja secara sinergis menenangkan sistem saraf anak.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Kalimat-kalimat seperti "itu cuma masalah kecil", "nanti juga lupa", atau "jangan lebay" dari orang dewasa justru dapat berdampak buruk pada kondisi psikologis anak.
Tontonan yang diakses secara terus-menerus memicu adiksi yang membuat anak enggan berhenti menatap layar.
Berbeda dengan demam biasa, kondisi pasien Kawasaki tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi antibiotik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved