Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Hipertensi Dominasi Keluhan Kesehatan Pemudik, Wamenkes Pantau Kesiapan Posko Stasiun Gambir

M Iqbal Al Machmudi
18/3/2026 11:50
Hipertensi Dominasi Keluhan Kesehatan Pemudik, Wamenkes Pantau Kesiapan Posko Stasiun Gambir
Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono, melakukan pemantauan ke Posko Kesehatan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).(MI/Dok Kemenkes)

WAKIL Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi kasus kesehatan yang paling banyak ditemukan pada pemudik tahun ini. 

Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dante saat meninjau Posko Kesehatan di Stasiun Gambir, Rabu (18/3). Ia memastikan bahwa seluruh pemudik yang mengalami keluhan kesehatan akan langsung mendapatkan penanganan medis serta obat-obatan secara gratis di lokasi.

Pentingnya Kesiapsiagaan di Simpul Transportasi

Dante menyoroti besarnya volume pergerakan masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api. Diperkirakan ada sekitar 680.000 pemudik di Jakarta yang menggunakan kereta, dengan sekitar 63.000 orang di antaranya berangkat melalui Stasiun Gambir.

“Jika ada yang sakit selama perjalanan, ini bisa menjadi masalah besar. Karena itu, kesiapan posko kesehatan sangat penting,” ujar Dante.

Layanan kesehatan di Stasiun Gambir sendiri telah dilengkapi fasilitas komprehensif, mulai dari pemeriksaan umum, tekanan darah, gula darah, hingga pemeriksaan gigi. 

Masyarakat pun diimbau memanfaatkan waktu tunggu keberangkatan untuk melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) hanya dengan menunjukkan identitas atau mendaftar secara daring.

Kesehatan Awak Kereta Api Jadi Syarat Mutlak

Selain kesehatan penumpang, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi fisik petugas operasional. 

Berdasarkan data internal PT KAI terhadap 277 awak kereta api (masinis, kondektur, pramugara/i, dan teknisi), ditemukan hasil yang beragam:

  • 125 orang dinyatakan laik bertugas.
  • 133 orang laik dengan catatan (memerlukan pemantauan).
  • 19 orang dinyatakan tidak laik bertugas karena faktor kesehatan.

Dante menegaskan bahwa skrining ini tidak bisa ditawar demi menjamin keselamatan perjalanan. 

“Ini penting karena kesehatan petugas, terutama masinis dan teknisi, sangat menentukan keselamatan ribuan pemudik,” tegasnya.

Waspada Cuaca Ekstrem dan Gejala Penyakit Menular

Di tengah antusiasme mudik, Wamenkes juga mengingatkan adanya ancaman cuaca panas ekstrem di Jakarta yang berisiko memicu heatstroke. Ia meminta pemudik untuk menjaga hidrasi dan tidak memaksakan diri jika kondisi fisik menurun.

“Pastikan minum cukup, hindari paparan panas berlebih, dan gunakan pelindung diri. Bagi musafir yang berpuasa namun merasa tidak kuat, diperbolehkan tidak berpuasa demi menjaga stamina dan keselamatan,” tambahnya.

Terakhir, ia meminta pemudik waspada terhadap gejala campak, seperti demam dan munculnya bintik merah di belakang telinga. 

Jika gejala tersebut muncul, pemudik diharapkan segera melapor dan melakukan isolasi mandiri agar tidak membawa virus ke kampung halaman.

Upaya mitigasi ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/163/2026 yang menginstruksikan kesiapsiagaan tim medis dan fasilitas rujukan di seluruh simpul mudik nasional. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik