Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SAKIT tenggorokan saat bangun tidur menjadi keluhan yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini bisa terasa ringan seperti kering dan gatal, hingga nyeri yang mengganggu aktivitas.
Melansir dari Halodoc, ada berbagai faktor yang dapat memicu sakit tenggorokan, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu. Berikut enam penyebab yang paling umum.
Kurangnya asupan cairan dapat membuat tenggorokan menjadi kering, terutama setelah tidur semalaman tanpa minum. Kondisi ini bisa semakin parah jika seseorang kurang minum sepanjang hari, mengonsumsi makanan asin sebelum tidur, atau tidur di ruangan yang panas. Menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi kunci utama untuk mencegah kondisi ini.
Kebiasaan mendengkur dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan hidung. Dalam beberapa kasus, mendengkur juga bisa menjadi tanda Obstructive Sleep Apnea (OSA), yaitu gangguan tidur yang menyebabkan napas terhenti sementara. Kondisi ini tidak hanya memicu sakit tenggorokan, tetapi juga membuat tubuh terasa lelah saat bangun, mengantuk di siang hari, hingga sulit berkonsentrasi.
Alergi dapat menyebabkan hidung tersumbat dan postnasal drip, yaitu kondisi ketika lendir mengalir ke tenggorokan. Penumpukan lendir ini memicu rasa gatal dan nyeri. Gejala biasanya memburuk saat malam hari atau ketika berbaring, sehingga sakit tenggorokan lebih terasa saat bangun tidur.
Infeksi virus, seperti flu, menjadi salah satu penyebab paling umum sakit tenggorokan. Selain nyeri, kondisi ini biasanya disertai gejala lain seperti bersin, batuk, pegal-pegal, dan kelelahan. Sakit tenggorokan akibat virus umumnya akan membaik dengan sendirinya seiring pemulihan tubuh.
Radang tenggorokan akibat infeksi bakteri dapat menyebabkan nyeri yang cukup parah dan berlangsung sepanjang hari. Namun, rasa sakit sering kali terasa lebih berat pada malam atau pagi hari. Hal ini bisa dipicu oleh peningkatan lendir di tenggorokan atau berkurangnya efek obat saat malam hari.
Penyakit asam lambung atau GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan tenggorokan. Gejalanya cenderung memburuk saat malam hari, terutama ketika seseorang berbaring. Selain sakit tenggorokan, GERD juga dapat menimbulkan keluhan lain seperti nyeri dada, mual, bau mulut, hingga gangguan pada gigi.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur tidak selalu disebabkan oleh infeksi. Faktor sederhana seperti dehidrasi hingga kondisi medis seperti GERD juga bisa menjadi pemicunya.
Jika keluhan berlangsung lama, disertai demam tinggi, atau semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat (Halodoc/Z-2)
Apabila nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah, penderita disarankan untuk tidak memaksakan puasa.
Perjalanan mudik yang panjang dan melelahkan sering kali menjadi pemicu kekambuhan bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Ari Fahrial Syam ungkap kunci sembuh GERD: perubahan gaya hidup, stop rokok, hingga pengobatan tuntas dengan obat golongan P-CAB terbaru. Cek di sini!
Sejumlah studi di wilayah perkotaan menunjukkan sekitar 9,35% responden mengalami gejala gerd, yakni gangguan akibat naiknya asam lambung
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved