Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Cara Sembuh dari GERD, Berikut Tips Gaya Hidup & Pengobatan Terbaru P-CAB

 Gana Buana
10/3/2026 21:00
Cara Sembuh dari GERD, Berikut Tips Gaya Hidup & Pengobatan Terbaru P-CAB
Cara Sembuh dari GERD, Berikut Tips Gaya Hidup.(Freepik)

PENYAKIT Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) sering kali dianggap sebagai gangguan kesehatan menahun yang sulit hilang. Namun, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi, Hepatologi FK UI RSCM, Ari Fahrial Syam, menegaskan bahwa GERD sebenarnya bisa sembuh total.

Kuncinya terletak pada kedisiplinan penderita dalam mengelola faktor risiko dan menjalani pengobatan medis hingga tuntas.

"Obatinya tadi menghilangkan gejala juga komplikasi, gaya hidup, kalau dia merokok stop merokok, kalau dia (minum) alkohol juga stop, berat badan penting untuk diturunkan, kemudian diet rendah lemak," ujar Ari dilansir dari Antara, Kamis (5/3).

Faktor Risiko dan Perubahan Gaya Hidup

Ari menekankan bahwa mengubah gaya hidup dengan pola makan yang baik dapat secara signifikan mengurangi keparahan GERD. Berikut adalah beberapa langkah esensial yang disarankan:

  • Menurunkan Berat Badan: Mengatasi obesitas untuk mengurangi tekanan pada perut.
  • Olahraga Teratur: Membantu metabolisme dan menjaga berat badan ideal.
  • Tidur Cukup dan Kelola Stres: Menjaga keseimbangan hormon yang memengaruhi asam lambung.
  • Hindari Kebiasaan Buruk: Berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol secara total.

Waspada Tren GERD pada Anak-anak

Berdasarkan penelitian, penderita GERD umumnya adalah pria perokok dengan obesitas di atas usia 40 tahun. Namun, saat ini banyak ditemukan kasus GERD pada anak-anak. Ari menengarai hal ini disebabkan oleh paparan makanan mengandung keju dan cokelat yang berlebihan sejak bayi.

"Sekarang cenderung anak-anak ini juga kurang bergerak karena gadget. Kurangi gadget, artinya mereka harus sering di playground untuk bergerak," tambahnya.

Kebiasaan langsung tidur setelah makan juga menjadi pemicu utama naiknya asam lambung pada anak maupun dewasa.

Kapan Harus Melakukan Endoskopi?

Dokter biasanya akan merekomendasikan tindakan endoskopi jika pasien mengalami gejala berikut:

  • Nyeri dada atau rasa terbakar di dada (heartburn).
  • Nyeri ulu hati yang menetap.
  • Muntah berulang.

Endoskopi bertujuan untuk melihat luka pada usus/kerongkongan serta mengevaluasi celah pada katup lambung. Langkah ini juga penting untuk deteksi dini risiko kanker akibat luka yang tidak diobati.

Era Baru Pengobatan: Golongan P-CAB

Dalam hal medikasi, dunia kedokteran kini memasuki era P-CAB (Potassium-Competitive Acid Blockers). Obat-obatan golongan baru seperti Vonoprazan, Tegoprazan, dan Fexuprazan menjadi solusi bagi pasien yang tidak mempan dengan pengobatan lama.

"Sekitar 20% pasien yang diobati dengan obat sebelumnya itu gagal. Jadi, P-CAB ini menjadi harapan baru bagi penderita GERD, termasuk yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori," jelas Ari.

Selain obat-obatan, ia juga menyarankan penderita untuk mencoba metode puasa intermiten (intermittent fasting) dan memastikan asupan protein yang cukup guna membantu pemulihan jaringan lambung yang rusak.

FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan Tentang GERD

1. Apakah GERD bisa sembuh permanen?
Ya, dengan kombinasi pengobatan medis yang tuntas dan perubahan gaya hidup sehat secara konsisten.

2. Apa perbedaan maag biasa dengan GERD?
Maag umumnya menyerang lambung, sedangkan GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (refluks) sehingga menimbulkan rasa terbakar di dada.

3. Bolehkah penderita GERD berpuasa?
Sangat boleh. Puasa intermiten justru disarankan oleh ahli untuk membantu menstabilkan produksi asam lambung. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya