Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Cara Mencegah Kerusakan Rambut Akibat Kaporit dan Air Laut Saat Berenang

Haufan Hasyim Salengke
15/2/2026 09:51
Cara Mencegah Kerusakan Rambut Akibat Kaporit dan Air Laut Saat Berenang
Para ahli kulit mengatakan bahwa mengenakan topi renang dapat mengurangi kerusakan pada rambut Anda.(ABC News: James Carmody)

MEMASUKI musim liburan atau bagi mereka yang rutin berolahraga air, kesehatan rambut sering kali menjadi taruhan. Paparan kaporit di kolam renang serta kadar garam yang tinggi di laut tidak hanya berdampak pada tekstur rambut, tetapi juga kesehatan kulit kepala.

Penata rambut dan pemilik salon asal Australia, Jess Wang, mengungkapkan bahwa banyak orang sering kali tidak menyadari bahwa rambut mereka telah mengalami kerusakan akibat faktor eksternal ini.

Mengenali Ciri Kerusakan Rambut

Menurut Wang, kerusakan akibat kaporit biasanya terlihat sangat nyata. Salah satu tandanya adalah perubahan warna rambut yang menjadi kusam atau "berlumpur".

"Rambut akan terlihat seperti rambut boneka Barbie yang sintetis. Terlihat berkilau secara artifisial, namun helaiannya terasa lengket dan sulit diurai saat disisir," ujar Wang.

Senada dengan Wang, dermatolog Dr. Leona Yip menjelaskan bahwa kaporit bekerja dengan mengikis lapisan pelindung kelembapan kulit kepala. Hal ini memicu masalah seperti ketombe, gatal-gatal, hingga memperburuk kondisi eksim pada kulit kepala. Selain itu, kaporit juga menarik kelembapan alami rambut yang menyebabkan rambut menjadi kering, mengembang (frizzy), dan rapuh.

Sementara itu, air laut memiliki dampak yang tak kalah serius. "Garam menarik kelembapan keluar dari kulit, kulit kepala, dan rambut," jelas Dr. Yip. Tanda nyata kerusakan akibat air laut adalah ujung rambut yang memudar warnanya serta helaian yang terasa sangat getas.

Mengapa Rambut Lebih Rentan Saat Basah?

Dermatolog Dr. Clare Schofield menambahkan bahwa paparan air tawar sekalipun tetap memiliki risiko jika terjadi dalam durasi lama. Hal ini disebabkan karena struktur rambut melemah saat dalam kondisi basah.

"Saat basah, rambut membengkak dan lapisan terluarnya (kutikula) terangkat seperti susunan genteng yang terbuka. Dalam kondisi ini, rambut menjadi sangat mudah rusak," kata Dr. Schofield.

Langkah Pencegahan sebelum Berenang

Untuk meminimalkan dampak buruk, para ahli menyarankan beberapa langkah preventif:

  • Gunakan Topi Renang: Ini adalah cara paling efektif untuk mengurangi kontak langsung antara rambut dengan bahan kimia atau garam.
  • Bilas Rambut Sebelum Masuk Kolam: Membasahi rambut dengan air tawar bersih sebelum berenang membuat daya serap rambut terhadap kaporit atau air asin berkurang.
  • Gunakan Leave-in Conditioner: Mengaplikasikan kondisioner tanpa bilas atau produk pelindung sebelum berenang dapat menciptakan lapisan pelindung (barrier) pada batang rambut.
  • Ikat Rambut: Jika tidak menggunakan topi renang, ikatlah rambut membentuk gelung (bun) untuk mengurangi area permukaan rambut yang terpapar air.

Perawatan pasca-Berenang

Setelah berenang, Dr. Yip menyarankan penggunaan sampo pelembap yang baik untuk membersihkan kulit kepala dan menutrisi kembali batang rambut. Untuk mengembalikan kelembapan yang hilang setelah berenang, Dr. Yip menyarankan integrasi masker rambut atau penggunaan minyak alami seperti minyak kelapa dan minyak argan ke dalam rutinitas mingguan.

"Saya menyukai minyak kelapa... minyak ini sangat membantu untuk proses hidrasi dan kondisioner yang mendalam," ujar Dr. Yip. Namun, ia memberikan catatan penting bagi pemilik rambut halus. "Bagi orang dengan rambut tipis, minyak kelapa mungkin terasa terlalu 'berat' (membuat rambut lepek). Dalam kasus ini, minyak argan adalah solusi yang tepat," tambahnya.

Dr. Schofield juga memperingatkan agar tidak membiarkan kulit kepala basah terlalu lama setelah berenang, terutama bagi pemilik rambut tebal. Kondisi kulit kepala yang lembap dan hangat dapat memicu pertumbuhan jamur yang menyebabkan dermatitis seboroik.

Mengenai fenomena rambut berubah menjadi kehijauan, Dr. Yip menjelaskan hal itu disebabkan oleh kandungan tembaga dalam air kolam yang bereaksi dengan kaporit. Jika hal ini terjadi, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional alih-alih mencoba pengobatan rumahan yang belum teruji secara medis.

Meskipun banyak tips di internet yang menyarankan penggunaan pasta atau saus tomat untuk menetralkan warna hijau tersebut, Wang memberikan peringatan.

"Solusi rumahan seperti itu umum di media sosial, namun saya menyarankan untuk berkonsultasi langsung dengan penata rambut profesional," kata Wang. Ia menegaskan bahwa rona hijau tersebut adalah masalah warna yang sangat menantang untuk diatasi secara mandiri tanpa bantuan ahli. (ABC/B-3)

Catatan Redaksi: Informasi di atas merupakan informasi umum. Untuk saran medis atau penanganan personal yang mendalam, Anda disarankan menemui praktisi medis atau ahli terkait yang memahami riwayat kesehatan serta kondisi rambut Anda secara spesifik.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya