Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Kesehatan Lambung, Pilih Obat Herbal yang Ramah bagi Pencernaan

Despian Nurhidayat
26/2/2026 20:27
Kesehatan Lambung, Pilih Obat Herbal yang Ramah bagi Pencernaan
Sejumlah studi di wilayah perkotaan menunjukkan sekitar 9,35% responden mengalami gejala gerd, yakni gangguan akibat naiknya asam lambung yang ditandai sensasi panas di dada dan nyeri ulu hati.(Dok. PT Hollis Media Bariklana)

GANGGUAN kesehatan lambung masih menjadi keluhan yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan pedas dan berlemak, stres berkepanjangan, hingga kebiasaan begadang menjadi faktor yang kerap memicu kondisi seperti maag, asam lambung naik, hingga gastroesophageal reflux disease (gerd).

Sejumlah studi di wilayah perkotaan menunjukkan sekitar 9,35% responden mengalami gejala gerd, yakni gangguan akibat naiknya asam lambung yang ditandai sensasi panas di dada dan nyeri ulu hati. Bahkan, pada kelompok tertentu, prevalensi gejala ini dilaporkan mencapai lebih dari 55%, terutama pada mereka dengan pola makan tidak teratur.

Kondisi tersebut dinilai tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi berkembang menjadi gangguan yang lebih serius dan berdampak pada kualitas hidup. Oleh karena itu, edukasi mengenai perawatan lambung, termasuk dalam memilih produk kesehatan yang sesuai, menjadi semakin penting.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan produk herbal mulai banyak dilirik sebagai pendamping pengobatan konvensional. Namun, para pelaku industri mengingatkan bahwa tidak semua produk herbal memiliki formulasi yang aman bagi lambung.

Direktur PT Hollis Media Bariklana, Akhmad Rois, menilai masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih produk herbal, khususnya bagi mereka yang memiliki lambung sensitif.

"Tak semua obat herbal aman untuk lambung. Pada kondisi lambung yang sensitif, masyarakat harus memilih produk herbal dengan formulasi yang tepat, teruji, dan memiliki izin resmi," ujarnya.

Ia menambahkan, anggapan bahwa seluruh produk herbal aman dikonsumsi tanpa pertimbangan juga berpotensi menimbulkan risiko. Menurutnya, penggunaan produk herbal tanpa komposisi yang jelas dan dosis yang sesuai justru dapat memperparah iritasi lambung.

Salah satu contoh produk yang diformulasikan untuk membantu menjaga kenyamanan lambung adalah Axekafit, yang didistribusikan PT Hollis Media Bariklana dan diproduksi oleh PT Sejawa Herbal Raharja. Produk ini memanfaatkan kombinasi bahan herbal yang secara tradisional dikenal mendukung kesehatan pencernaan, seperti temulawak, kunyit, mengkudu, kayu manis, dan kunir putih.

Akhmad menekankan bahwa upaya menjaga kesehatan lambung tidak hanya bergantung pada konsumsi produk tertentu, tetapi juga pada perubahan gaya hidup.

"Kami ingin masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan lambung tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga pada gaya hidup. Pola makan teratur, pengelolaan stres, serta pemilihan produk yang aman adalah kunci menjaga kesehatan lambung dalam jangka panjang," katanya.

Pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk pola makan seimbang dan manajemen stres, dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya