Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Tips Mudik Aman bagi Penderita GERD: Pilih Perjalanan Malam dan Kelola Stres

Basuki Eka Purnama
12/3/2026 11:01
Tips Mudik Aman bagi Penderita GERD: Pilih Perjalanan Malam dan Kelola Stres
Ilustrasi(Freepik)

PERJALANAN mudik yang panjang dan melelahkan sering kali menjadi pemicu kekambuhan bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). 

Guna mengantisipasi hal tersebut, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, membagikan sejumlah tips praktis agar pemudik tetap sehat sampai di tujuan.

Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pengaturan waktu keberangkatan. Prof. Ari menyarankan agar penderita GERD melakukan perjalanan pada malam hari atau dalam kondisi tidak sedang berpuasa. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas energi tubuh selama di perjalanan.

“Saya anjurkan sebaiknya dia melakukan perjalanan mudik di malam hari ya, artinya tidak dia kondisi berpuasa. Karena terus terang saja kalau dia melakukan perjalanan di siang hari misalnya, pasti terkuras ya energinya segala macamnya,” ujar Ari, dikutip, Kamis (12/3).

Waspadai Pemicu dari Makanan

Selain faktor kelelahan, asupan makanan menjadi faktor penentu. Prof. Ari mengimbau penderita GERD untuk lebih selektif dalam mengonsumsi makanan dan sangat disarankan membawa bekal sendiri dari rumah. 

Menurutnya, kebersihan makanan di luar tidak selalu terjamin dan bisa menjadi pemicu utama masalah lambung.

Ia mencatat bahwa saat momen Lebaran, banyak rumah sakit di daerah mengalami lonjakan pasien dengan keluhan GERD atau maag. Fenomena ini umumnya disebabkan oleh pola makan yang tidak terjaga dan konsumsi makanan pemicu secara berlebihan.

“Kurangi makan gorengan pada saat melakukan perjalanan mudik. Beberapa jenis makanan yang memicunya adalah gorengan, cokelat, atau keju,” tambahnya.

Manajemen Stres dan Kesiapan Obat

Hal yang jarang disadari adalah kaitan antara kondisi psikologis dengan asam lambung. Kemacetan parah saat mudik berpotensi memicu stres berlebihan yang kemudian berdampak pada kesehatan lambung. 

Oleh karena itu, Prof. Ari menyarankan pemudik menyiapkan hiburan melalui gawai agar kondisi mental tetap terjaga.

“Karena sudah pasti kan ini macet jalan ini, jadi dia juga mesti siap dengan gawai, ada powerbank-nya, artinya terjaga terus sehingga ada waktu. Walaupun dia macet tapi ada aktivitasnya yang dilakukan sehingga stresnya juga berkurang," jelasnya.

Terakhir, kesiapan obat-obatan pribadi menjadi hal yang wajib. Mengingat kondisi perjalanan yang tidak terprediksi, membawa obat penetralkan asam lambung sangat penting karena apotek mungkin sulit ditemukan saat gejala muncul secara tiba-tiba.

Sebagai informasi, GERD ditandai dengan gejala seperti heartburn (sensasi terbakar di dada), nyeri dada, hingga mulut terasa pahit. 

Faktor risiko akan semakin tinggi pada individu berusia di atas 40 tahun, perokok, serta mereka yang memiliki indeks massa tubuh di atas 30 atau kategori obesitas. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya