Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Tantangan Utama Mudik Lebaran 2026 Menggunakan Kendaraan Pribadi, Kelelahan dan Beban Kendaraan

Basuki Eka Purnama
12/3/2026 06:51
Tantangan Utama Mudik Lebaran 2026 Menggunakan Kendaraan Pribadi, Kelelahan dan Beban Kendaraan
Ilustrasi--Foto udara sejumlah mobil pribadi dan bus berisi pemudik antre menaiki kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (19/4/2023)(ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

LONJAKAN volume kendaraan pada masa mudik Lebaran 2026 diprediksi akan mengubah drastis pola perjalanan masyarakat. Pakar keselamatan jalan raya dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengingatkan warga yang hendak pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantisipasi tiga tantangan utama: durasi perjalanan, kondisi fisik yang cepat lelah, hingga muatan barang yang berlebih.

Jusri menjelaskan bahwa karakteristik mudik di Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang berdampak langsung pada keselamatan berkendara.

"Karakter perjalanan mudik di Indonesia ini ada tiga, seperti waktu, kondisi yang lelah hingga membawa barang yang berlebih," ujar Jusri, dikutip Kamis (12/3).

Lonjakan Waktu Tempuh

Salah satu faktor yang paling signifikan adalah membengkaknya waktu tempuh akibat kemacetan panjang. 

Jusri menyoroti bahwa perjalanan menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur akan memakan waktu hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Hal ini berlaku baik bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Perjalanan mudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah maupun Timur itu rata-rata membutuhkan waktu yang lebih lama. Misal kita mau ke Semarang, kalau hari-hari biasa itu bisa ditempuh dengan waktu 6-7 jam saja. Kalau pada momentum mudik Lebaran ini bisa sampai 12 jam lebih," jelasnya.

Bahaya Kelelahan Saat Berpuasa

Durasi perjalanan yang lebih panjang secara otomatis meningkatkan risiko kelelahan ekstrem. Kondisi ini diperberat bagi para pemudik yang tetap menjalankan ibadah puasa di tengah kemacetan. 

Jusri menekankan bahwa letih dan lelah adalah "teman" perjalanan yang tidak boleh dianggap remeh karena dapat menurunkan konsentrasi pengemudi secara drastis.

"Letih dan lelah menjadi teman perjalanan. Karena waktu yang cukup lama, sehingga muncul masalah tersebut, yang tidak boleh disepelekan oleh pengendara," tegas Jusri. 

Ia menyarankan agar pemudik benar-benar menyiapkan kondisi fisik sebelum berangkat dan disiplin dalam mengatur waktu istirahat secara berkala di sepanjang jalur mudik.

Risiko Muatan Berlebih

Selain faktor manusia, kondisi kendaraan juga menjadi perhatian serius. Kebiasaan masyarakat membawa banyak bekal dan oleh-oleh sering kali membuat kendaraan membawa beban di luar kapasitas normal (overkapasitas).

Jusri menyarankan agar pemudik tetap bijak dalam menata barang bawaan. 

"Kebiasaan membawa barang banyak pada saat mudik ini, mengakibatkan dampak buruk bagi kendaraan. Karena muatan berlebih ini dapat mengakibatkan mobil itu cepat rusak dan juga konsumsi BBM menjadi lebih meningkat," tambahnya.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan pada masa mudik Lebaran 2026. 

Sementara itu, Polri memprediksi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah akan mencapai puncaknya dalam dua gelombang, yaitu pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya