Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
LONJAKAN volume kendaraan pada masa mudik Lebaran 2026 diprediksi akan mengubah drastis pola perjalanan masyarakat. Pakar keselamatan jalan raya dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengingatkan warga yang hendak pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantisipasi tiga tantangan utama: durasi perjalanan, kondisi fisik yang cepat lelah, hingga muatan barang yang berlebih.
Jusri menjelaskan bahwa karakteristik mudik di Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang berdampak langsung pada keselamatan berkendara.
"Karakter perjalanan mudik di Indonesia ini ada tiga, seperti waktu, kondisi yang lelah hingga membawa barang yang berlebih," ujar Jusri, dikutip Kamis (12/3).
Salah satu faktor yang paling signifikan adalah membengkaknya waktu tempuh akibat kemacetan panjang.
Jusri menyoroti bahwa perjalanan menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur akan memakan waktu hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Hal ini berlaku baik bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Perjalanan mudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah maupun Timur itu rata-rata membutuhkan waktu yang lebih lama. Misal kita mau ke Semarang, kalau hari-hari biasa itu bisa ditempuh dengan waktu 6-7 jam saja. Kalau pada momentum mudik Lebaran ini bisa sampai 12 jam lebih," jelasnya.
Durasi perjalanan yang lebih panjang secara otomatis meningkatkan risiko kelelahan ekstrem. Kondisi ini diperberat bagi para pemudik yang tetap menjalankan ibadah puasa di tengah kemacetan.
Jusri menekankan bahwa letih dan lelah adalah "teman" perjalanan yang tidak boleh dianggap remeh karena dapat menurunkan konsentrasi pengemudi secara drastis.
"Letih dan lelah menjadi teman perjalanan. Karena waktu yang cukup lama, sehingga muncul masalah tersebut, yang tidak boleh disepelekan oleh pengendara," tegas Jusri.
Ia menyarankan agar pemudik benar-benar menyiapkan kondisi fisik sebelum berangkat dan disiplin dalam mengatur waktu istirahat secara berkala di sepanjang jalur mudik.
Selain faktor manusia, kondisi kendaraan juga menjadi perhatian serius. Kebiasaan masyarakat membawa banyak bekal dan oleh-oleh sering kali membuat kendaraan membawa beban di luar kapasitas normal (overkapasitas).
Jusri menyarankan agar pemudik tetap bijak dalam menata barang bawaan.
"Kebiasaan membawa barang banyak pada saat mudik ini, mengakibatkan dampak buruk bagi kendaraan. Karena muatan berlebih ini dapat mengakibatkan mobil itu cepat rusak dan juga konsumsi BBM menjadi lebih meningkat," tambahnya.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan pada masa mudik Lebaran 2026.
Sementara itu, Polri memprediksi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah akan mencapai puncaknya dalam dua gelombang, yaitu pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. (Ant/Z-1)
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
MOMENTUM libur Idulfitri 1447 H menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Sebagai salah satu pilar penting dalam akuisisi pengetahuan, kegiatan membaca perlu dipromosikan kepada segenap masyarakat dalam pelbagai kesempatan.
KETIKA jalan-jalan sepanjang koridor yang menghubungkan kota-desa makin ramai, bahkan macet, sementara kota-kota besar mulai ditinggal penduduknya, maka itulah momen mudik Lebaran.
BANDARA Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tercatat melayani hingga 595 ribu pergerakan penumpang selama 10 hari berjalannya Posko Angkutan Lebaran 2026/1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved