Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Jaga Kondisi Prima, Pemudik Diimbau Istirahat Tiap Dua Jam dan Disiplin Konsumsi Obat

Basuki Eka Purnama
12/3/2026 07:00
Jaga Kondisi Prima, Pemudik Diimbau Istirahat Tiap Dua Jam dan Disiplin Konsumsi Obat
Ilustrasi--Sejumlah pemudik menyantap makanan saat berbuka puasa di Rest Area KM 429A Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/4/2024).(ANTARA/Makna Zaezar)

PERSIAPAN fisik yang matang menjadi kunci utama kelancaran perjalanan mudik Lebaran. Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Waluyo Dwi Cahyono, SpPD-KEMD, FINASIM, mengingatkan para pemudik, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi, untuk memastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan panjang.

Waluyo menekankan pentingnya manajemen waktu istirahat yang disiplin. Mengemudi dalam durasi lama tanpa jeda dapat menurunkan fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelelahan.

"Kalau mengemudi, setiap dua jam harus istirahat," ujar Waluyo, dikutip Kamis (12/3). 

Menurutnya, jeda istirahat tersebut sangat krusial agar pengemudi bisa memulihkan konsentrasi dan menjaga stamina selama di perjalanan.

Selain faktor kelelahan, pengaturan pola makan juga menjadi sorotan. Pemudik disarankan untuk tidak makan berlebihan yang dapat memicu rasa kantuk atau ketidaknyamanan pencernaan. 

Ia mengimbau agar pemudik tetap mengonsumsi makanan dalam porsi yang terukur dan tidak memaksakan diri jika tubuh sudah merasa lelah.

"Jangan memaksakan diri dan konsumsi makanan yang terukur juga," kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut.

Perhatian Khusus untuk Penyandang Diabetes

Bagi pemudik yang memiliki kondisi kesehatan kronis seperti diabetes, Waluyo memberikan penekanan ekstra mengenai kedisiplinan minum obat. 

Perjalanan mudik yang dinamis sering kali membuat jadwal rutin terabaikan, namun bagi pasien diabetes, hal ini bisa berisiko fatal.

"Kalau dia mengonsumsi obat, walaupun di dalam perjalanan, obat tetap harus dikonsumsi," tegasnya. 

Kedisiplinan ini harus dibarengi dengan ketepatan waktu makan untuk menghindari risiko hipoglikemia atau kondisi kadar gula darah yang terlalu rendah.

Ia menjelaskan bahwa waktu makan harus disesuaikan dengan masa kerja obat yang dikonsumsi pasien. 

"Kalau masa kerja obat delapan jam, ya delapan jam harus makan. Kalau tidak, nanti bisa hipoglikemia," tambahnya.

Mengenai jenis makanan, Waluyo menyebutkan bahwa pada dasarnya semua jenis makanan boleh dikonsumsi oleh pasien diabetes. 

Namun, kuncinya terletak pada pengaturan porsi yang ketat sesuai dengan kebutuhan kalori masing-masing individu.

Sebagai penutup, ia kembali mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Pemudik diminta untuk peka terhadap sinyal tubuh sendiri. 

Jika rasa lelah mulai menyerang, berhenti sejenak di tempat istirahat jauh lebih bijak daripada memaksakan diri demi mengejar waktu sampai ke kampung halaman. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya