Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PERSIAPAN fisik yang matang menjadi kunci utama kelancaran perjalanan mudik Lebaran. Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Waluyo Dwi Cahyono, SpPD-KEMD, FINASIM, mengingatkan para pemudik, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi, untuk memastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan panjang.
Waluyo menekankan pentingnya manajemen waktu istirahat yang disiplin. Mengemudi dalam durasi lama tanpa jeda dapat menurunkan fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelelahan.
"Kalau mengemudi, setiap dua jam harus istirahat," ujar Waluyo, dikutip Kamis (12/3).
Menurutnya, jeda istirahat tersebut sangat krusial agar pengemudi bisa memulihkan konsentrasi dan menjaga stamina selama di perjalanan.
Selain faktor kelelahan, pengaturan pola makan juga menjadi sorotan. Pemudik disarankan untuk tidak makan berlebihan yang dapat memicu rasa kantuk atau ketidaknyamanan pencernaan.
Ia mengimbau agar pemudik tetap mengonsumsi makanan dalam porsi yang terukur dan tidak memaksakan diri jika tubuh sudah merasa lelah.
"Jangan memaksakan diri dan konsumsi makanan yang terukur juga," kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut.
Perhatian Khusus untuk Penyandang Diabetes
Bagi pemudik yang memiliki kondisi kesehatan kronis seperti diabetes, Waluyo memberikan penekanan ekstra mengenai kedisiplinan minum obat.
Perjalanan mudik yang dinamis sering kali membuat jadwal rutin terabaikan, namun bagi pasien diabetes, hal ini bisa berisiko fatal.
"Kalau dia mengonsumsi obat, walaupun di dalam perjalanan, obat tetap harus dikonsumsi," tegasnya.
Kedisiplinan ini harus dibarengi dengan ketepatan waktu makan untuk menghindari risiko hipoglikemia atau kondisi kadar gula darah yang terlalu rendah.
Ia menjelaskan bahwa waktu makan harus disesuaikan dengan masa kerja obat yang dikonsumsi pasien.
"Kalau masa kerja obat delapan jam, ya delapan jam harus makan. Kalau tidak, nanti bisa hipoglikemia," tambahnya.
Mengenai jenis makanan, Waluyo menyebutkan bahwa pada dasarnya semua jenis makanan boleh dikonsumsi oleh pasien diabetes.
Namun, kuncinya terletak pada pengaturan porsi yang ketat sesuai dengan kebutuhan kalori masing-masing individu.
Sebagai penutup, ia kembali mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Pemudik diminta untuk peka terhadap sinyal tubuh sendiri.
Jika rasa lelah mulai menyerang, berhenti sejenak di tempat istirahat jauh lebih bijak daripada memaksakan diri demi mengejar waktu sampai ke kampung halaman. (Ant/Z-1)
Data dari GT Banyumanik maupun GT Kalikangkung jumlah kendaraan arus balik melintas menunjukkan penurunan yakni pada Jumat (4/4) tercatat 75.233 kendaraan,
BADAN Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyelenggarakan program Balik Kerja Bareng BPKH 2025. Kegiatan dilakukan serentak di 5 kota besar, yakni Surabaya, Solo, Yogyakarta, Garut, dan Lampung.
ARUS balik kerap kali menyita energi fisik dan mental karena meningkatnya volume pemudik. Dalam kondisi tersebut, fasilitas untuk pemudik agar tetap sehat.
Agus mengatakan selama periode arus balik ini ada tambahan personel yang bertugas di lapangan. Sebagai evaluasi dari arus mudik kemarin.
Dokter spesialis anak Leonirma Tengguna mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak-anak ketika bersilaturahmi pada momen Idul Fitri.
Performa rem yang optimal sangat dibutuhkan, terutama saat mobil membawa beban penuh selama perjalanan jauh.
Gangguan pencernaan kerap muncul akibat pergeseran pola makan dari masa Ramadan ke Lebaran, terutama saat konsumsi makanan tinggi lemak meningkat sementara asupan serat justru berkurang.
Karakteristik mudik di Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang berdampak langsung pada keselamatan berkendara.
KPK mengungkap motif di balik kasus dugaan suap ijon proyek Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari yang tertangkap saat OTT yakni ia mematok fee proyek untuk THR dan lebaran
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved