Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Azerbaijan Bisa Jadi Pintu Masuk Indonesia ke Pasar Eropa

Basuki Eka Purnama
24/5/2016 07:55
Azerbaijan Bisa Jadi Pintu Masuk Indonesia ke Pasar Eropa
()

MENTERI Perindustrian Saleh Husin mengatakan bahwa Republik Azerbaijan dapat menjadi pintu masuk pasar Eropa untuk memasarkan produk-produk Indonesia.

"Produk unggulan kita seperti CPO (minyak kelapa sawit) kita bisa dorong masuk lewat Azerbaijan untuk masuk ke negara-negara Eropa Timur lainnya," katanya di sela-sela perayaan Hari Ulang Tahun Ke-98 Republik Azerbaijan di Jakarta, Senin (23/5) malam.

Untuk itu, dia mengatakan bahwa Indonesia dan Azerbaijan akan meningkatkan perdagangan kedua negara dan memperkuat kerja sama bilateral.

Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Tamerlan Karayev mengatakan bahwa Indonesia dan Azerbaijan dapat melakukan proyek bersama dalam bentuk joint venture.

Karayev mengatakan bahwa pihaknya membeli produk Indonesia dari negara lain.

Ia berharap perdagangan langsung produk tanpa melalui negara ketiga bisa segera terwujud sehingga dapat mengurangi beban biaya pembelian dan meningkatkan perdagangan kedua negara.

"Kami membeli banyak produk-produk buatan Indonesia tetapi tidak secara langsung. Kami membelinya dari negara ketiga, seperti dari Dubai, kami membeli produk mebel Indonesia dalam jumlah besar dari Dubai. Tentu ini menyebabkan biaya transportasi menjadi mahal," ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya secara pribadi, Indonesia dan Azerbaijan dapat bersama-sama mengembangkan proyek bersama untuk mendorong perdagangan langsung.

"Sekarang di Azerbaijan, ada kesempatan baik untuk membuat usaha bersama (joint venture). Maksudnya, Indonesia dapat mengirimkan barang setengah jadi ke Azerbaijan dan memprosesnya menjadi barang jadi di Azerbaijan," tuturnya.

Dengan demikian, lanjut dia, produk jadi yang dihasilkan di Azerbaijan dapat dijual ke negara-negara lain.

"Produk-produk itu nantinya dapat dijual dari Azerbaijan ke wilayah luas di sekitar Azerbaijan. Jadi, tidak hanya untuk Azerbaijan, Indonesia dapat menjual produknya ke Rusia, Georgia, Iran, dan negara lain dari Azerbaijan," tuturnya.

Usaha bersama itu, kata dia, dapat dilakukan mengingat Indonesia memiliki teknologi yang sangat bagus dalam banyak bidang, seperti tekstil dan mebel.

"Kualitas barang-barang buatan Indonesia jauh lebih baik daripada barang-barang lainnya yang banyak masuk ke Azerbaijan," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung berbagai kerja sama kedua negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

"Dari sisi kami sebagai pemerintah, kedutaan besar, kami akan mendukung investasi joint venture atau kegiatan bisnis apa pun karena presiden kami membuat kebijakan baru karena kami harus meningkatkan sektor nonminyak," katanya. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya